Jangan Dibuang, Air Cucian Beras Dapat Diolah Jadi Pupuk Organik

  • 13 Apr 2026 12:24 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mulai mendapat perhatian sebagai solusi sederhana menjaga lingkungan sekaligus menyuburkan tanaman. Upaya ini dinilai dapat dilakukan oleh masyarakat dari skala rumah tangga dengan bahan yang mudah ditemukan.

Dosen Pengelolaan Hasil Perkebunan PSDKU Sanggau, Intan Aisyah menjelaskan, limbah organik memiliki potensi besar jika diolah dengan tepat. Limbah dapur hingga air cucian beras bisa dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman.

“Pupuk organik dari limbah adalah pupuk yang dibuat dari bahan sisa seperti limbah rumah tangga, pertanian, dan peternakan yang telah mengalami proses penguraian alami. Hasilnya dapat menjadi sumber nutrisi yang baik bagi tanaman,” kata Intan dalam program Green Radio Pro 1 RRI Sanggau, Sabtu 11 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa limbah rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, hingga daun kering dapat dimanfaatkan. Bahkan air cucian beras yang selama ini dibuang, ternyata dapat diolah menjadi pupuk cair sederhana.

“Air cucian beras bisa ditampung lalu difermentasi dengan tambahan bahan seperti EM4 juga micin agar membantu proses penguraian. Namun, cairan tersebut tidak boleh langsung digunakan dan harus didiamkan terlebih dahulu agar aman bagi tanaman,” jelasnya.

Ia mengatakan proses fermentasi membutuhkan waktu antara dua minggu hingga dua bulan tergantung bahan yang digunakan. Jika diaplikasikan terlalu cepat justru dapat merusak tanaman karena proses penguraian belum sempurna.

“Kalau langsung diaplikasikan tanpa proses, tanaman bisa rusak karena mikroorganisme belum bekerja optimal. Karena itu penting menunggu hingga terjadi ikatan kimia yang stabil sebelum digunakan,” katanya.

Banyaknya manfaat dari sampah rumah tangga yang terbuang sia-sia, Intan mengajak masyarakat mulai memanfaatkan limbah organik secara sederhana dari rumah. Langkah kecil ini diharapkan mampu mengurangi sampah sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....