Pesan Keuskupan Sanggau Jangan Takut Menjadi Saksi Iman Kristus

  • 12 Apr 2026 15:17 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Perjalanan iman setiap orang tidak selalu berjalan mulus, ada kalanya manusia diliputi rasa takut, ragu, bahkan kehilangan arah ketika menghadapi situasi sulit karena inilah yang juga dialami para murid Yesus setelah peristiwa penyaliban. Dalam Injil Yohanes 20:19-31, diceritakan bagaimana para murid berkumpul di sebuah ruangan dengan pintu tertutup karena takut kepada orang-orang Yahudi, ketakutan tersebut mencerminkan kondisi manusia yang rapuh dan mudah goyah ketika menghadapi tekanan.

Anggota Komisi Katekase Keuskupan Sanggau, Dominikus Bobi, mengajak umat untuk memahami makna peristiwa kebangkitan dalam Injil Yohanes 20:19-31 sebagai perjalanan iman dari rasa takut menjadi keberanian untuk bersaksi. Ketakutan setelah peristiwa penyaliban, mengalami perubahan besar ketika berjumpa dengan Yesus yang bangkit, perjumpaan tersebut menghadirkan damai sejahtera sekaligus menguatkan mereka untuk keluar dan mewartakan kabar sukacita kepada banyak orang.

“Perjumpaan dengan Kristus yang bangkit mengubah hati yang takut menjadi penuh keberanian, inilah yang menjadi dasar panggilan kita sebagai saksi iman,” ungkap Dominikus Bobi dalam obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Minggu 12 April 2026.

Dominikus menjelaskan bahwa kisah Rasul Tomas juga memberikan pelajaran penting tentang iman, di mana keraguan tidak menjadi penghalang, melainkan jalan untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang menguatkan keyakinan seseorang. Menjadi saksi Kristus tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Iman yang sejati tidak berhenti pada pengalaman pribadi, tetapi harus diwujudkan dalam kesaksian hidup yang nyata, sehingga orang lain dapat merasakan kehadiran Tuhan melalui sikap dan tindakan kita,” ujarnya.

Untuk itu, Dominikus mengajak umat agar tidak terjebak dalam rasa takut atau keraguan, melainkan membuka hati untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Sehingga mampu menjadi saksi yang berani dan setia dalam setiap aspek kehidupan.

“Kita dipanggil untuk keluar dari ketakutan dan menjadi saksi, karena melalui kesaksian itulah iman kita bertumbuh dan membawa terang bagi sesama,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....