Strategi Meningkatkan Produksi Kacang Tanah

  • 30 Mar 2026 10:46 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID.Entikong - Menanam kacang tanah (Arachis hypogaea) sering kali memberikan tantangan tersendiri, terutama ketika tanaman terlihat subur secara vegetatif namun minim menghasilkan polong. Fenomena tanaman yang "malu berbuah" ini biasanya disebabkan oleh gangguan pada proses pembuahan atau fase masuknya ginofor (bakal buah) ke dalam tanah.

Langkah pertama yang paling krusial untuk memastikan kacang tanah berbuah lebat adalah memperhatikan tekstur dan kegemburan tanah di sekitar piringan tanaman. Kacang tanah memiliki keunikan di mana bunga yang telah terserbuki akan membentuk ginofor yang tumbuh memanjang ke bawah menuju tanah.

Keseimbangan nutrisi, terutama kalsium dan fosfor, memegang peranan vital dalam pengisian polong kacang tanah. Defisiensi kalsium sering kali menyebabkan munculnya "polong hampa" atau kacang yang tidak berisi meskipun kulitnya terbentuk sempurna.

Pengaturan ketersediaan air juga menjadi faktor penentu keberhasilan pembuahan kacang tanah, terutama pada fase kritis pembungaan. Tanaman kacang tanah membutuhkan kondisi tanah yang lembap namun tidak becek (menggenang) agar proses penyerbukan berjalan optimal.

Aspek teknis seperti pembersihan gulma atau penyiangan tidak boleh diabaikan jika menginginkan hasil yang melimpah. Gulma yang tumbuh rapat di sekitar pangkal batang akan menjadi pesaing dalam memperebutkan nutrisi dan ruang bagi ginofor untuk masuk ke tanah.

Selain faktor eksternal, penggunaan varietas benih unggul yang sesuai dengan kondisi agroklimat setempat juga sangat berpengaruh. Beberapa varietas kacang tanah memiliki karakteristik jumlah polong per tanaman yang lebih banyak dan lebih tahan terhadap serangan penyakit layu bakteri maupun jamur tanah.

Sebagai kesimpulan, kunci utama mengatasi kacang tanah yang sulit berbuah lebat adalah dengan menjaga aksesitas ginofor ke dalam tanah dan mencukupi kebutuhan mineral spesifiknya. Kombinasi antara tanah yang gembur, asupan kalsium yang cukup, serta manajemen air yang tepat akan mengubah tanaman yang sekadar hijau menjadi tanaman yang sarat dengan polong berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....