Kesadaran Kehidupan yang Sementara, Kunci Perubahan Diri
- 29 Mar 2026 23:08 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kehidupan setelah Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang ditekankan adalah dengan mengingat kematian sebagai pengingat akan keterbatasan hidup.
Penghulu KUA Kecamatan Meliau, M. Rinto mengatakan, kesadaran akan kematian dapat membentuk pribadi yang lebih baik. Hal ini menjadi kunci dalam menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan.
“Manusia yang paling cerdas adalah manusia yang selalu mengingat kematian. Karena dengan mengingat kematian, seseorang akan memperbaiki ibadah, tingkah laku, dan ucapannya,” ungkap Rinto dalam program Mutiara Pagi RRI Sanggau, Jumat 27 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa orang yang mengingat kematian akan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Setiap tindakan akan diarahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
| Baca juga: Hijrah Menuju Pribadi Lebih Baik |
“Orang yang tidak mengingat kematian akan merasa hidupnya panjang dan akhirnya lalai dalam beribadah. Hal ini membuat hubungan sosial dan spiritualnya menjadi tidak baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, baik bagi yang kaya maupun yang miskin. Kesadaran ini penting agar manusia tidak terjebak dalam kesombongan atau keputusasaan.
“Sebetapa panjang umur manusia, pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Maka tugas kita adalah mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal kebaikan,” katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan diri. Kesadaran akan kematian diharapkan mampu menjaga konsistensi ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....