Belajar Pengorbanan dan Pengampunan Tuhan untuk Hidup Bermakna
- 29 Mar 2026 13:00 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Belajar tentang pengorbanan dan pengampunan Tuhan mengajarkan kita pentingnya ketulusan, kesabaran, dan kasih tanpa pamrih secara tulus, sekaligus mendorong manusia untuk meneladani kebaikan-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami nilai-nilai ini, setiap perbuatan baik menjadi sarana memperkuat iman, membangun kedamaian batin, serta menjalin hubungan harmonis dengan sesama.
Hal tersebut disampaikan Pendeta Ignasius Sukandani Anggota Komisi Katekese Keuskupan Sanggau dalam obrolan Mutiara Pagi Kristen, Minggu 29 Maret 2026. Menurutnya, memahami pengorbanan dan pengampunan Tuhan berarti kita diajak untuk melatih hati agar lebih sabar, rendah hati, dan mampu dengan tulus melepaskan rasa sakit atau dendam, sehingga hidup menjadi lebih damai, bermakna, dan penuh kasih.
"Kita sadar bahwa kita hidup juga untuk mengampuni artinya kita diajak untuk mampu melepaskan segala macam kebencian dari hati kita tanpa perlu menuntut tanpa adanya perubahan perilaku sebagai bentuk penghormatan terhadap kebenaran itu sendiri," ungkapnya.
Ignasius menekankan, penerapan nilai-nilai ini tidak hanya berdampak pada hubungan dengan sesama, tetapi juga memperkuat iman serta mendekatkan diri kepada Tuhan. Sekaligus membantu manusia menghadapi tantangan hidup , menjaga hati tetap tenang, menumbuhkan syukur, mempererat hubungan keluarga, serta menumbuhkan kasih dan kepedulian terhadap sesama, mendorong hidup lebih bermakna, damai, dan penuh keberkahan setiap hari.
Menurutnya, engampunan bukan sekadar tindakan moral, tetapi juga sarana spiritual yang memungkinkan manusia hidup lebih ringan, damai, dan selaras dengan kehendak Tuhan. Namun juga sekaligus membuka hati untuk menerima kasih, belajar bersabar, melepaskan dendam, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta menumbuhkan kedamaian batin yang lebih mendalam dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.
Dengan mempraktikkan pengampunan, kata Ignasius, seseorang tidak hanya membuat dirinya lebih tenang dan seimbang, tetapi juga memberi ruang bagi kebaikan untuk berkembang dalam hidupnya. Membimbing perilaku, menumbuhkan rasa kasih sayang kepada orang lain, memperkuat keyakinan, menenangkan hati, serta membawa kedamaian dan kebahagiaan lebih besar dalam hubungan sehari-hari dan setiap keputusan hidup.
"Mengampuni juga adalah cara kita untuk merawat kebaikan Tuhan yang ada di dalam tubuh kita dengan melepaskan denda, kita memberikan ruang bagi Tuhan untuk berkarya melalui diri kita jangan sampai membiarkan kebencian menguasai pikiran," ungkapnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....