Kegelisahan Anak Muda Disikapi Dengan Berserah Kepada Allah

  • 15 Mar 2026 19:48 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Banyak generasi muda saat ini merasa cemas menghadapi masa depan, dengan kekhawatiran yang muncul terkait karier, jodoh, maupun kehidupan secara umum sehingga kerap menimbulkan kebimbangan dalam menentukan langkah hidup. Fenomena ini semakin terlihat di kalangan anak muda yang merasa belum siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan, sehingga rasa gelisah dan ketidakpastian sering menghantui setiap keputusan yang mereka ambil

Padahal, dalam Islam, setiap manusia diajarkan menghadapi ujian hidup dengan kesabaran dan keyakinan, karena Allah SWT hanya memberikan cobaan yang sesuai kemampuan hamba-Nya, termasuk rasa takut, kekurangan harta, atau kelaparan, sehingga semua ujian tersebut tetap berada dalam batas yang masih bisa diatasi oleh manusia. Kesadaran ini seharusnya menjadi penguat hati bagi generasi muda, agar tidak terlarut dalam rasa cemas.

Ustadz Restu Abi, Komandan Paskas Mempawah dalam obrolan Tauladan RRI Sanggau, Jumat 13 Maret 2026, menyebut bahwa kesadaran akan bimbingan Allah SWT menjadi kunci menghadapi kegelisahan, sehingga generasi muda perlu memahami bahwa setiap tekanan dan ketidakpastian hidup bukanlah sesuatu yang mustahil diatasi. Salah satu cara dengan meneguhkan iman serta berserah diri, hati akan menjadi lebih tenang dalam menghadapi segala cobaan

"Hari ini banyak anak muda yang suka bimbang dirinye, bimbang dengan masa depannye, bimbang dengan jodohnye , bimbang dengan bagaimane kedepannye nanti , bimbang dengan kehidupan – kehidupannye nanti padahal Allah sendiri itu sudah pasti akan membimbing kita sebagai umatnye," kata Ustadz Restu Abi.

Restu Abi menjelaskan bahwa diri ini adalah milik Allah SWT mampu memberikan ketenangan hati. Dalam menghadapi berbagai pertanyaan dan tekanan hidup, seorang hamba sebaiknya meneguhkan iman dan percaya bahwa Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkahnya, sehingga setiap cobaan tidak menimbulkan rasa putus asa dan mampu menjadi sarana memperkuat keimanan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Kita kadang dalam hidup suka bimbang suka khawatir takut ndak tau cara menyelesaikan kebimbangan – kebimbangan gimana cara menyelesaikan masalah bingung gimana cara menghilangkan problem dalam hidup misalnya masalah karir, orang tua dan sebagainya itu ada dalam Al – Qur’an," katanya

Salah satu cara yang dianjurkan adalah kembali kepada petunjuk Al-Qur’an, membaca dan memahami ayat-ayat Allah memberikan pedoman hidup yang jelas, sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap cobaan memiliki batas dan hikmah tersendiri. Dengan berpegang pada Al-Qur’an, generasi muda dapat menata hati dan pikiran, menemukan ketenangan dalam menghadapi kegelisahan, serta menyadari bahwa setiap ujian yang datang.

Selanjutnya, umat Islam diajarkan untuk berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Ketika ditimpa musibah, ungkapan sesungguhnya aku ini milik Allah dan kepadanya aku kembali menjadi penopang mental dan spiritual untuk tetap tabah dalam menjalani ujian.

"Pertama, kita kembali kepada Al-Qur’an, kemudian berserah diri kepada Allah SWT. Orang-orang yang ditimpa musibah akan mengatakan bahwa dirinya sepenuhnya milik Allah dan kepada-Nya kembali," ucapnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....