Manajemen Waktu Ibadah Ramadan di Tengah Kesibukan Bekerja
- 10 Feb 2026 16:25 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Agar ibadah selama bulan suci Ramadan tetap terjaga di tengah padatnya aktivitas sehari-hari, umat Muslim dianjurkan untuk menyusun jadwal serta target ibadah secara terencana dan realistis. Dengan perencanaan tersebut, pelaksanaan ibadah dapat berjalan lebih konsisten tanpa mengganggu rutinitas kerja maupun aktivitas harian lainnya.
Pelaksana KUA Kecamatan Meliau, Emilia, menekankan pentingnya perencanaan ibadah agar kualitas dan konsistensi ibadah dapat terus meningkat dari hari ke hari selama bulan Ramadan. Melalui penyusunan jadwal dan target yang jelas, ibadah diharapkan dapat dijalankan secara lebih terarah, disiplin, dan berkelanjutan.
| Baca juga: Salat Disiplin, Hidup Lebih Terarah |
“Untuk meningkatkan kualitas ibadah, kita bisa membuat schedule dan melihat progres ibadah dari hari pertama hingga hari-hari berikutnya,” ujar Emilia dalam Obrolan Mutiara Pagi Islam RRI Entikong, Selasa 10 Februari 2026.
Ia menyarankan umat Muslim untuk menetapkan target ibadah yang realistis, seperti mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali selama bulan Ramadan. Bahkan, bagi yang memiliki waktu dan kemampuan lebih, target tersebut dapat ditingkatkan menjadi satu kali khatam dalam satu minggu sesuai dengan kesiapan masing-masing.
| Baca juga: Salat Tepat Waktu di Tengah Kesibukan |
Menurut Emilia, tadarus Al-Qur’an dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu rutinitas kerja. Salah satunya dengan menyelipkan waktu membaca Al-Qur’an setelah salat atau saat waktu luang.
Ia juga menganjurkan membawa Al-Qur’an saku agar mudah dibaca kapan saja, terutama di sela-sela aktivitas harian. Waktu istirahat kerja yang biasanya digunakan untuk makan siang atau berselancar di media sosial dapat dimanfaatkan untuk tadarus tanpa mengganggu rutinitas pekerjaan.
Selain ibadah personal, Emilia mengajak umat Muslim menjadwalkan kegiatan sosial selama Ramadan, seperti berbagi takjil kepada kaum dhuafa dan anak-anak yatim secara rutin. Menurutnya, amalan sosial yang dilakukan secara terencana akan menumbuhkan kepedulian sekaligus memperkuat nilai ibadah di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Kalau bisa, kebiasaan berbagi ini tidak hanya dilakukan di bulan Ramadan saja, tetapi juga dilanjutkan setelah Ramadan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....