Polsek Noyan Pasok 800 Kilogram Jagung ke Bulog Sanggau

  • 04 Agt 2026 20:14 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Polsek Noyan kembali mengirimkan 800 kilogram jagung hibrida ke Perum Bulog Kabupaten Sanggau. Seluruh hasil panen yang berasal dari lahan seluas satu hektare di Dusun Tukun, Desa Sungai Dangin, Kecamatan Noyan, tersebut dinyatakan memenuhi standar mutu setelah melalui pengujian laboratorium.

Kapolsek Noyan, Iptu Suhariyanto mengungkapkan, jagung yang dikirim merupakan hasil budidaya di lahan yang dikelola Fransiskus Riko Rikardo dan Hendra bersama polisi menggunakan benih jagung hibrida varietas Sumo Sakti. Sebanyak 16 karung atau koli dengan total berat 800 kilogram dibawa ke Bulog sebagai bagian dari penyerapan hasil produksi petani di wilayah Kecamatan Noyan.

"Pengiriman 800 kilogram jagung ini menunjukkan hasil budidaya petani di lahan binaan memiliki kualitas yang baik. Bukan hanya volume hasil panennya, tetapi juga mutu jagung telah memenuhi persyaratan sehingga dapat diterima Bulog," ungkap Iptu Suhariyanto, Selasa 4 Agustus 2026.

Kapolsek menyampaikan, sebelum proses pengiriman, lahan jagung tersebut telah menjalani ubinan. Hasil pengukuran menunjukkan produktivitas mencapai 9.120 kilogram pipilan kering per hektare, atau setara dengan estimasi produksi sekitar 14,592 ton per hektare.

Suhariyanto mengatakan, pengiriman tersebut menjadi bukti hasil pertanian jagung di Noyan mampu memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan Bulog sekaligus memiliki peluang pasar yang baik. Selain itu, capaian tersebut menjadi indikator tingginya produktivitas lahan jagung program ketahanan pangan binaan di Kecamatan Noyan.

Pengujian kadar air jagung Polsek Noyan, Selasa 4 Agustus 2026. (Foto: Dok. Polres Sanggau)

Dijelaskannya, setibanya di gudang Bulog Kabupaten Sanggau, sampel jagung dari Noyan langsung menjalani pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadar air dan kandungan aflatoksin. Hasil pengujian menunjukkan kadar air rata-rata jagung berada pada angka 13,3 persen, masih di bawah batas maksimal yang ditetapkan Bulog sebesar 14 persen.

"Mutu hasil panen menjadi faktor penting dalam penyerapan Bulog. Syukur, hasil pemeriksaan menunjukkan kadar air maupun aflatoksin berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan, sehingga seluruh jagung yang dikirim dapat diterima," katanya.

Suhariyanto berharap, program ketahanan pangan yang dijalankan bersama petani dapat terus meningkatkan produksi sekaligus memperkuat penyerapan hasil panen di tingkat daerah. Keberhasilan tersebut juga diharapkan menjadi motivasi bagi petani lain untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas jagung sebagai salah satu komoditas pangan strategis di Kabupaten Sanggau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....