169 Kopdes di Sanggau Belum Optimal, Minim Partisipasi Jadi Kendala Utama

  • 02 Mei 2026 19:39 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Program pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih terus didorong pemerintah sebagai penggerak ekonomi desa. Di Kabupaten Sanggau, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar.

Pengawas koperasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau, Santi Asna, menyebut target nasional cukup tinggi. Sebanyak 82 ribu Kopdes ditargetkan dapat beroperasi secara bertahap di seluruh Indonesia.

Menurutnya, untuk jangka panjang, pemerintah menetapkan angka realistis sekitar 25 ribu Kopdes yang benar-benar aktif dan berkelanjutan. Namun pada tahap awal, sekitar 1.000 Kopdes menjadi fokus pengembangan sebelum diperluas secara nasional, program ini dirancang berkembang pesat hingga mencapai kisaran 60 ribu hingga 80 ribu Kopdes.

Pertumbuhan tersebut kata Asna diharapkan terjadi seiring peningkatan kapasitas dan partisipasi masyarakat desa. Kopdes Merah Putih dirancang sebagai lembaga ekonomi desa yang terintegrasi.

"Saat ini kami masih fokus pada penyesuaian regulasi dan mendorong partisipasi masyarakat agar Kopdes bisa berjalan maksimal," ungkap Santi Asna dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Sabtu 2 Mei 2026.

Ia menyebut, fungsinya mencakup pusat distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat. Di Kabupaten Sanggau, potensi sektor perkebunan dinilai lebih dominan dibanding sektor lainnya.

Karena itu, Kopdes diarahkan untuk memperbaiki rantai pasok dan memperkuat posisi petani. Selain itu, keberadaan Kopdes juga diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan.

Tak hanya itu, dikatakan Asna, penguatan ekonomi desa menjadi tujuan utama dari program tersebut. Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi aggregator hasil produksi masyarakat desa.

Dengan begitu, hasil pertanian dan perkebunan bisa langsung dijual ke pasar industri. Namun, dari total 169 Kopdes di Sanggau, sebagian besar masih dalam tahap penyesuaian regulasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....