Piring Sehat MBG Perhatikan Gizi Tiga Generasi

  • 28 Mar 2026 10:51 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Pola makan sehat merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas hidup di setiap tahap usia, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, hingga lansia. Konsep piring sehat menjadi panduan sederhana untuk memastikan asupan gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayur, dan buah dengan proporsi tepat, disertai kecukupan air putih serta pembatasan gula, garam, dan lemak agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Setiap kelompok usia memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, namun prinsip dasarnya tetap sama, yaitu memenuhi kebutuhan energi, mendukung pertumbuhan dan perkembangan, serta menjaga kesehatan tubuh secara optimal dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penerapan piring sehat yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing generasi menjadi langkah penting dalam mewujudkan kehidupan yang sehat dan seimbang.

Petugas MBG Busul Bumil Kabupaten Sanggau Aprilia Kartini dalam obrolan Dialog MBG RRI Sanggau, Sabtu 28 Maret 2026 mengungkapkan bahwa makanan untuk anak-anak cenderung lebih sensitif sehingga tidak boleh diberikan secara sembarangan. Anak-anak perlu mendapat perhatian khusus karena sifatnya yang lebih sensitif dan sebagai petugas, dirinya memperhatikan menu dikonsumsi anak-anak agar asupan yang diberikan tepat dan bergizi.

“Kalo makanan anak - anak kita kan agak sensitif, tidak boleh sembarangan juga kalo untuk anak - anak. Kadang kite kasi masukan untuk mereka supaya anak - anak bisa dapat makanan yang bergizi dan sesuai,” ungkap Kartika.

Dalam program MBG, terdapat perbedaan porsi makanan yang disesuaikan dengan kategori penerima, seperti ibu hamil serta bayi dan balita. Kartika, menyebut bahwa porsi untuk ibu hamil dan ibu menyusui cenderung lebih banyak dibandingkan dengan balita. Ia juga menambahkan bahwa jumlah penerima manfaat di wilayah Tanjung Sekayam saat ini mencapai 39 busuk dan bumil serta sebanyak 31 anak balita.

“Perbedaan porsi tetap ada, kalo bumil dan busuinya tuh agak banyak, kalo untuk yang balitanya agak sedikit. Dengan jumlah penerima sebanyak 39 orang untuk bumil dan bususi dan balita sebanyak 31 anak untuk di wilayah tanjung sekayam,” katanya

Disampaikannya, proses pendistribusian makanan selalu dipastikan sampai langsung ke rumah penerima secara tepat waktu dan aman. Bahkan dalam beberapa kondisi, seperti ketika suami penerima sedang berada di luar kota, pihaknya tetap menjalankan tanggung jawab untuk mengantarkan bantuan tersebut dan memastikan makanan benar-benar sampai hingga ke depan rumah penerima.

“Untuk pendistribusian juga selalu dipastikan sampai ke rumah penerima, karena kan biasanya kan ada yang suami nya sedang di luar kota. Dan sudah menjadi tugas kami untuk mengantar dan kami memastikan sampai ke depan rumah penerima,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....