Gerakan Pengendalian Hama Tikus Dilakukan Dinas Pertanian Ende

  • 12 Feb 2026 15:31 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID. Ende, Serangan hama tikus mengancam sekitar 433 hektare lahan persawahan di Desa Mautenda, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende. Hamparan ini merupakan salah satu lumbung pangan strategis dan terbesar di Kabupaten Ende, sehingga potensi serangan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan musim tanam dan produksi padi.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Ende bergerak cepat dengan melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tikus secara serentak di seluruh hamparan sawah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran hama ke petak-petak lahan lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan lebih luas hingga gagal tanam.

Kepala Dinas Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Gadir Haji Ibrahim Dean, pimpin langsung Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tikus di hamparan persawahan Desa Mautenda, Kecamatan Wewaria.Pengendalian dilakukan melalui metode terpadu, meliputi pemasangan rodentisida di jalur aktif tikus, pembersihan sarang dan sanitasi lingkungan, serta pelibatan aktif petani dan unsur pemerintah desa. Pendekatan ini menekankan pentingnya gerakan kolektif, karena pengendalian yang tidak serentak berisiko membuat tikus berpindah ke lahan lain.

“Pengendalian harus dilakukan secara serentak. Jika hanya satu atau dua petak sawah yang dibersihkan, hama tikus akan berpindah ke lahan lainnya.” Ujar Gadir Dean.

Pihaknya menegaskan, dalam pengendalian juga dibutuhkan kearifan lokal. Kehadiran Bapak Pastor, Bapak Mosalaki, dan Kepala Desa di sini adalah kunci agar gerakan ini bersifat masif dan berkelanjutan.

Masyarakat Desa Mautenda menyambut baik langkah cepat tersebut. Kehadiran pimpinan daerah dan tokoh masyarakat di tengah hamparan sawah memberikan semangat dan optimisme baru bagi para petani yang sebelumnya merasa khawatir terhadap keberlanjutan musim tanam. Selain tindakan teknis, dukungan tokoh masyarakat dan pemuka agama turut memperkuat gerakan ini agar berjalan masif dan berkelanjutan. Diharapkan, dengan kolaborasi semua pihak, serangan hama tikus dapat ditekan dan produktivitas sawah Mautenda tetap terjaga demi mendukung ketahanan pangan daerah.

Rekomendasi Berita