Kemkomdigi Catat Pencapaian Strategis 100 Hari Pertama
- 30 Jan 2025 14:32 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, bersama jajaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomdigi), meraih sejumlah pencapaian signifikan pada seratus hari pertama masa kerjanya. Langkah-langkah strategis yang diambil bertujuan memastikan ruang digital Indonesia lebih aman, terkoneksi dengan baik, dan memberdayakan masyarakat.
Salah satu pencapaian penting adalah keberhasilan memblokir lebih dari 1 juta konten negatif, termasuk hoaks dan perjudian online (judol), yang tersebar di lebih dari 900.000 situs web dan media sosial. Hal ini dilakukan untuk melindungi anak-anak dan generasi muda Indonesia dari dampak konten berbahaya.
“Ruang digital harus aman untuk anak-anak kita. Kami ingin mereka tumbuh dalam lingkungan yang bersih, aman, dan penuh manfaat,” ujar Menteri Komdigi, Meutya Hafid dalam rilisnya, Kamis (30/1/2025).
Selain itu, Kemkomdigi juga tengah menyusun regulasi baru, seperti Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Pelindungan Anak dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik (RPP TKPAPSE), guna melindungi anak-anak saat mengakses platform digital. Pemerintah juga berkomitmen untuk memberantas praktik judi online yang mengancam perekonomian dan sosial masyarakat.
Tidak hanya fokus pada keamanan, Kemkomdigi juga berupaya mempercepat pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah-wilayah terisolasi. Dalam 100 hari, sebanyak 490 lokasi BTS 4G telah dibangun, membuka akses digital bagi desa-desa terpencil, termasuk di Papua, dan memungkinkan masyarakat untuk mengakses pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi melalui teknologi.
Kemkomdigi juga mencatatkan kemajuan dalam mendigitalisasi UMKM, dengan 1.433 UMKM yang telah naik kelas dan aktif berjualan secara daring. Melalui program “UMKM Level Up”, pemerintah memastikan pelaku usaha kecil dapat memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan.
Selain itu, Kemkomdigi juga mengembangkan berbagai program pelatihan literasi digital dan penguatan talenta digital untuk memastikan generasi muda Indonesia siap menghadapi tantangan ekonomi digital.
Dengan pencapaian ini, Kemkomdigi menunjukkan bahwa transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan pembangunan ekosistem digital yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan. Menteri Komdigi Meutya Hafid menegaskan, “Kami ingin memastikan setiap langkah yang diambil bermakna bagi masyarakat, menciptakan Indonesia digital yang lebih maju.”
Seratus hari pertama ini menjadi awal yang penting dalam perjalanan menuju Indonesia digital yang lebih baik dan terhubung.