Kemenko PMK Mulai Riset SDM Unggul Berbasis Karakter Bangsa

  • 27 Jan 2025 17:54 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memulai rangkaian riset pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dengan fokus pada penguatan karakter dan jati diri bangsa. Riset ini menggandeng Universitas Padjajaran dan didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sebagaimana diumumkan pada rapat daring yang digelar Jumat (24/1/2025).

Gatot Hendrarto, Asisten Deputi Penguatan Budi Pekerti Kemenko PMK, mengungkapkan bahwa riset ini akan menghasilkan lima luaran utama, di antaranya Naskah Kebijakan Pola Pengasuhan Indonesia, platform berbasis web dan mobile bernama Pandu Asuh, hingga dashboard data analytics. Riset ini melibatkan 26 lokasi dan lebih dari 9.600 responden di seluruh Indonesia, dengan pelaksanaan dimulai awal Februari 2025.

“Penguatan karakter dan jati diri bangsa menjadi pondasi penting dalam pembangunan SDM unggul, khususnya menghadapi tantangan ideologi, sosial budaya, dan teknologi informasi,” ujar Gatot. Ia menambahkan, riset ini sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran yang menempatkan penguatan nilai kebangsaan sebagai prioritas nasional.

Dr. Fitri Ariyanti Abidin, Ketua Tim Periset Universitas Padjajaran, menjelaskan bahwa karakter bangsa yang dirumuskan dalam Asta Cita akan menjadi acuan utama dalam menyusun model pengasuhan nasional. “Kami ingin menciptakan pola pengasuhan yang tidak hanya relevan secara budaya, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat yang beragam,” ungkapnya.

Riset ini juga menjadi bagian dari transformasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) menjadi Program Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa (PKJB). Dengan pendekatan yang lebih holistik, program ini melibatkan elemen pendidikan, keluarga, masyarakat, dan media untuk menanamkan nilai budi pekerti dan kebangsaan sejak dini.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Kemenko PMK optimistis hasil riset ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan SDM Indonesia yang berdaya saing global tanpa meninggalkan akar budaya nasional.

Rekomendasi Berita