Dari Manggarai ke Kampus Dunia , Kisah Anansia Siena
- 09 Mar 2026 21:17 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Bagi banyak anak muda di daerah, kesempatan belajar di luar negeri sering terasa seperti mimpi yang sulit dijangkau. Jarak geografis, keterbatasan informasi, hingga persoalan biaya pendidikan kerap menjadi hambatan yang membuat banyak orang ragu untuk mencoba.
Namun bagi Anansia Siena, putri asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mimpi tersebut justru menjadi tujuan yang terus ia kejar.
Perjalanan Anansia menuju berbagai program pendidikan bergengsi tidak terjadi secara instan. Ia harus melalui proses panjang yang penuh tantangan, mulai dari mempersiapkan kemampuan akademik hingga menghadapi kegagalan dalam beberapa pendaftaran program beasiswa.
Tahun 2025 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan pendidikannya. Pada tahun tersebut, Anansia berhasil meraih dua kesempatan prestisius sekaligus.
Ia lolos dalam Program YSEALI Academic Fellowship (AFP) dan berkesempatan mengikuti studi singkat selama satu bulan di Amerika Serikat pada Spring 2025. Program yang diinisiasi oleh pemerintah Amerika Serikat ini berfokus pada pengembangan kepemimpinan, studi akademik intensif, serta jejaring internasional bagi pemuda dari negara-negara Asia Tenggara.
Kesempatan tersebut menjadi salah satu impian yang telah ia kejar sejak tahun 2020.
Selain itu, Anansia juga berhasil memperoleh Beasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai bagian dari pengembangan kariernya di dunia pendidikan.
Bagi Anansia, dua pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras, ketekunan, dan dukungan keluarga.
Ia percaya bahwa perjalanan menuju pendidikan yang lebih tinggi sering kali dipenuhi dengan kegagalan yang justru menjadi pelajaran penting.
“Kegagalan bukan akhir dari perjalanan. Dari situ kita belajar apa yang harus diperbaiki untuk mencoba lagi,” ujarnya dalam program Zona Edukasi RRI Labuan Bajo.
Selain dikenal sebagai penerima program internasional, Anansia juga merupakan alumni Sister School Program (SSP) dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial serta pendidikan.
Melalui pengalaman tersebut, ia semakin menyadari pentingnya membuka akses informasi pendidikan bagi generasi muda di daerah.
Saat ini, Anansia juga aktif berbagi pengalaman melalui media sosialnya, Instagram @anansiasiena dan Facebook Anansia Siena, untuk memotivasi anak muda agar berani mencoba berbagai peluang pendidikan.
Ia kerap membagikan informasi mengenai program beasiswa, termasuk jalur KIP Kuliah dan berbagai peluang studi bagi pelajar Indonesia.
Bagi Anansia, pendidikan bukan hanya tentang meraih gelar akademik, tetapi juga tentang memperluas wawasan dan membawa perubahan bagi masyarakat.
Ia berharap semakin banyak generasi muda dari Manggarai dan NTT yang berani bermimpi besar serta memanfaatkan peluang pendidikan global yang tersedia.
“Jangan membatasi diri sendiri sebelum orang lain membatasi kita,” katanya.
Pesan sederhana itu kini menjadi inspirasi bagi banyak anak muda di daerah yang sedang berjuang meraih masa depan melalui pendidikan.