TMMD Ke-127, Peluh Prajurit dan Warga Werang Ukir Harapan Desa
- 27 Feb 2026 13:50 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka - Pagi itu, debu jalanan Desa Werang perlahan beterbangan, bercampur tawa dan peluh yang jatuh ke tanah. Di bawah matahari yang mulai meninggi, personel Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1603/Sikka tak sekadar bekerja—mereka sedang merajut harapan. Batu demi batu dikumpulkan dengan tangan sendiri, menjadi bagian dari jalan yang kelak menghubungkan mimpi-mimpi warga desa dengan dunia yang lebih luas.
Di lokasi pembukaan jalan Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Kamis, 26 Februari 2026, semangat gotong royong terasa hidup. Batu-batu yang berserakan di sepanjang jalur dikumpulkan untuk merapikan badan jalan, memudahkan proses perataan dan pengerasan. Pekerjaan sederhana ini ibarat fondasi sebuah rumah: tampak sepele, namun menentukan kekuatan bangunan di masa depan.

Tak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian kerja warga. Dengan peralatan seadanya, personel Satgas TMMD dan masyarakat bekerja bahu membahu. Di sana, keringat adalah bahasa yang sama. Tangan-tangan yang kasar oleh kerja bertemu dengan niat tulus untuk membangun desa. Inilah kemanunggalan TNI dan rakyat—seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

Komandan Kodim 1603/Sikka selaku Dansatgas TMMD ke-127, Denny Riesta Permana, menyadari betul makna dari setiap tahapan pekerjaan. “Pembukaan jalan ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ini adalah akses vital yang akan menunjang aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga,"ujarnya. Jalan itu kelak akan menjadi nadi kehidupan—tempat hasil bumi mengalir, anak-anak berangkat sekolah, dan harapan berjalan lebih dekat.
Melalui TMMD ke-127, Kodim 1603/Sikka menanam lebih dari sekadar infrastruktur. Mereka menanam kebersamaan, kepercayaan, dan keyakinan bahwa membangun desa adalah kerja kolektif. Seperti batu-batu yang dikumpulkan hari itu, setiap tenaga dan niat baik disatukan—menjadi jalan panjang menuju masa depan yang lebih terang bagi Desa Werang dan masyarakat Sikka.