Designer Muda Ende Berani Beda Hadapi Tantangan Zaman
- 09 Mar 2026 07:31 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Seorang desainer muda asal Ende, Amalia Syarifa Maharani, memilih menapaki jalan berbeda di tengah tantangan industri kreatif daerah. Perempuan lulusan Pendidikan Tata Busana ini kini dikenal sebagai pemilik brand lokal Imagine Fashion yang mulai mencuri perhatian publik muda.
Amalia Syarifa Maharani, lulusan Universitas Negeri Surabaya, membangun Imagine Fashion dari ide sederhana saat mengerjakan tugas kuliah pemasaran fashion semester tiga. Nama Imagine dipilih sebagai singkatan nama almarhum ayahnya, Ibrahim Made Gilinusa, yang menjadi sumber inspirasi dan motivasi terbesar dalam perjalanan karier.
Hal ini diungkapan dalam program Muda Kreatif di Pro Dua RRI Ende, Selasa, 3 Maret 2026. Melalui Imagine Fashion, Amalia menekankan desain wedding gown yang disesuaikan dengan karakter, cerita, dan kepribadian setiap pelanggan yang datang berkonsultasi langsung.
Dia kemukakan strategi tersebut diperkuat melalui personal branding, menjaga kualitas produk, serta kolaborasi dengan influencer untuk memperluas jangkauan pasar fashion lokal kepada generasi muda. Namun menjalankan bisnis fashion di daerah seperti Ende tidak selalu mudah karena keterbatasan bahan baku dan tenaga terampil serta akses industri kreatif.
Selain itu, minimnya pameran dan kompetisi fashion lokal membuat desainer muda daerah harus bekerja lebih keras membangun jaringan promosi dan kepercayaan pasar. Amalia juga mencoba menghadirkan inovasi dengan memodifikasi tenun ikat khas Ende menjadi busana ready to wear yang lebih modern bagi anak muda.
Upaya tersebut akan diperkuat melalui rencana pembuatan video edukasi tentang proses menenun tradisional sebagai bentuk literasi budaya bagi generasi muda Indonesia kini. Menurut Amalia, teknologi kecerdasan buatan atau AI dapat membantu visualisasi desain bagi konsumen sebelum pakaian diproduksi namun tetap perlu batasan etika kreatif.
Meski begitu, ia memilih tetap menggambar desain secara manual agar keaslian karya dan identitas kreatif tetap terjaga dari risiko penyeragaman gaya desain.
Melalui perjalanannya, Amalia mengajak generasi muda berani mencoba hal baru serta tidak takut menghadapi kritik ketika memperjuangkan mimpi dan ide kreatif mereka. Baginya, konsistensi pada visi dan keberanian mengambil risiko menjadi kunci bertahan bagi anak muda di tengah perubahan zaman dan persaingan industri kreatif.