Dosen Muda Asal Manggarai Timur Produksi Sabun Sendiri

  • 25 Feb 2026 21:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Dosen muda kampus Stiper Bajawa , Diana Merna, memilih meracik sabun rumah tangga sendiri dan menghadirkannya lewat brand @lime dite. Produk tersebut lahir dari keresahan melihat mahalnya harga sabun di kampung halamannya. Rabu, 25 Februari 2026

Berawal dari pengalaman bekerja di luar daerah, Diana akhirnya memutuskan pulang ke NTT dan membangun sesuatu dari ilmu yang dimilikinya. Ia yang berlatar belakang kimia murni mencoba memanfaatkan ilmunya untuk menjawab kebutuhan dasar rumah tangga.

Nama @lime dite sendiri diambil dari bahasa daerah yang berarti “tangan kita”. Ia ingin menegaskan bahwa produk tersebut merupakan karya anak daerah untuk masyarakat sendiri.

Diana menuturkan, motivasinya bukan untuk bersaing dengan merek besar, tetapi menghadirkan alternatif yang lebih ramah lingkungan. “Saya hanya ingin menjawab keresahan saya, kenapa kebutuhan rumah tangga seperti sabun harus selalu mahal dan bergantung dari luar daerah,” ujarnya.

Saat ini, @lime dite telah memiliki tiga produk, yakni sabun cuci piring, sabun cuci tangan, dan deterjen cair. Produksinya dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek keamanan lingkungan.

Ia juga membangun tim lintas disiplin untuk memastikan formula yang digunakan aman bagi tanah dan lingkungan sekitar. Menurutnya, sektor pertanian dan peternakan di NTT harus tetap dijaga dari dampak bahan kimia berbahaya.

Ke depan, Diana berencana mengembangkan sabun mandi berbahan potensi lokal seperti daun kelor. Ia berharap usaha kecilnya bisa terus tumbuh sambil tetap selaras dengan kariernya sebagai dosen.




Rekomendasi Berita