Kepala BPS Ende Urai Literasi dan Inklusi Keuangan
- 13 Feb 2026 13:34 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Ende, I Made Suantara, menguraikan perbedaan literasi dan inklusi keuangan dalam pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Penjelasan tersebut disampaikannya saat diwawancarai dalam program Florata Pagi Pro 1 RRI Ende, Selasa, 10 Februari 2026.
Ia mengatakan kedua indikator tersebut menjadi fokus utama dalam pengukuran SNLIK 2026. Survei ini bertujuan memotret tingkat pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Menurutnya, literasi keuangan mengukur pemahaman dan keyakinan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan. Sementara inklusi keuangan mengukur sejauh mana masyarakat memiliki akses dan memanfaatkan layanan keuangan formal.
“Keduanya saling berkaitan. Jika literasi meningkat, masyarakat akan lebih bijak dalam mengakses layanan keuangan,” ujarnya.
Dalam literasi keuangan, aspek yang diukur meliputi pengetahuan, keyakinan, sikap, perilaku, dan keterampilan. Contohnya kemampuan menghitung bunga pinjaman serta memahami risiko dan kewajiban pengembalian.
Adapun dalam inklusi keuangan, BPS mengukur akses terhadap perbankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, pergadaian, lembaga keuangan mikro, hingga pinjaman daring. Hasil survei disajikan dalam bentuk indeks hingga tingkat provinsi.
Ia menambahkan survei dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang menjamin kerahasiaan data responden. Petugas dilengkapi surat tugas dan tanda pengenal serta berkoordinasi dengan aparat setempat sebelum turun ke lapangan.