Bank Indonesia Gelar QRIS Jelajah Budaya Bali Nusra
- 03 Okt 2025 22:32 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai Barat: Bank Indonesia menggelar kompetisi QRIS Jelajah Budaya Indonesia 2025 wilayah Bali, Nusa Tenggara, yang berlangsung sejak 30 September hingga 4 Oktober 2025. Rangkaian kegiatan dimulai dari Denpasar, Bali, dilanjutkan Mataram, NTB, dan berakhir di Labuan Bajo, yakni di Desa Adat Wisata Melo, Liang Ndara, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat, NTT, pada Jumat (3/10/2025).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, menyebut kegiatan ini dirancang untuk menguatkan digitalisasi sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas.
“Untuk mendorong digitalisasi di Indonesia, kami mengadakan kegiatan QRIS Jelajah Budaya Indonesia. Tujuannya tidak hanya mendorong digitalisasi, tetapi juga mengenalkan budaya, khususnya dari Bali dan Nusa Tenggara, ke masyarakat Indonesia,” kata Didiet kepada media di Labuan Bajo.
Kompetisi ini diikuti oleh sembilan tim, masing-masing tiga tim dari Bali, Lombok, dan Kupang. Para peserta juga merupakan hasil seleksi dari wilayah masing-masing, termasuk tiga tim terbaik yang sebelumnya telah lolos seleksi di Labuan Bajo.
Setiap wilayah mengemban misi berbeda. Di Bali, peserta memperkenalkan penggunaan QRIS kepada wisatawan asing di kawasan perbatasan, sekaligus mengedukasi tentang ciri-ciri rupiah asli di Ubud.
Di Lombok, misi difokuskan pada program Villagers Go Digital dengan mengajak masyarakat membuka rekening baru, serta misi kuliner yang menampilkan hidangan khas Lombok.
Sementara di Labuan Bajo, peserta akan mengedukasi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Padar mengenai rupiah dan pemanfaatan QRIS, sejalan dengan status Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas nasional.
Selain misi-misi tersebut, literasi keuangan juga terus digencarkan. Para peserta dibekali pengetahuan agar mampu berperan sebagai edukator keuangan di masyarakat, mulai dari sekolah, kampus, hingga kelompok wajib pajak.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kampung Adat Wisata Melo, Yosef Ugis, menyampaikan apresiasi atas perhatian Bank Indonesia bagi masyarakatnya, khususnya di wilayah Desa Liang Ndara yang semakin dikenal wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara.
“Sejak Bank Indonesia membantu membangun rumah adat, nama Kampung kami semakin dikenal luas. Bahkan, sudah tercatat sekitar 18.000 orang berkunjung. Semua ini berkat perhatian Bank Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, pemenang dari masing-masing wilayah Bali, Lombok, dan NTT akan kembali dipertandingkan di tingkat Bali Nusra. Tim terbaik dari Bali Nusra nantinya akan mewakili daerah ke ajang nasional, sekaligus membawa misi mempromosikan digitalisasi dan budaya lokal.