Sejarah Cokelat Yang Indentik Dengan Valentine

  • 12 Feb 2025 14:37 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Hari Valentine yang diperingati setiap 14 Februari selalu identik dengan simbol kasih sayang, salah satunya pemberian cokelat. Namun, tahukah Anda bahwa ada sejarah panjang yang menghubungkan cokelat dengan perayaan Valentine?

Cokelat sejak zaman dahulu dianggap sebagai simbol kasih sayang, kenyamanan, dan sensualitas. Cokelat juga dikenal sebagai barang mewah yang hanya dinikmati oleh suku elit, seperti suku Maya dan Aztec. Cokelat mulai menyebar ke Eropa pada tahun 1600-an, meskipun pada saat itu belum ada kaitannya dengan perayaan Valentine.

Pada masa pemerintahan Ratu Victoria, cokelat dipercaya sebagai simbol kasih sayang dan rayuan, bahkan menjadi media bagi laki-laki untuk mendekati perempuan. Cokelat pun menjadi identik dengan hubungan romantis, dan perempuan lajang pun dilarang menerima cokelat dari laki-laki yang tidak dikenal.

Baru pada tahun 1840-an, Valentine mulai diusulkan menjadi hari libur di beberapa negara Eropa. Pada saat itu, cokelat mulai dipilih sebagai hadiah untuk pasangan. Keterkaitan antara cokelat dan Valentine semakin kuat berkat Richard Cadbury, seorang pengusaha asal Inggris yang pada 1861 mulai menjual cokelat dengan kemasan kotak berbentuk hati, lengkap dengan gambar Cupid dan bunga mawar.

Tradisi pemberian cokelat pada Hari Valentine pun semakin meluas dari Eropa ke berbagai negara di dunia. Kini, cokelat telah menjadi hadiah khas yang menyemarakkan perayaan Valentine di seluruh dunia.

Rekomendasi Berita