Hati-hati, Pendaftaran Bansos di Facebook Hoaks
- 13 Jan 2025 15:28 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Masyarakat diminta untuk berhati - hati terhadap isu pendaftaran bantuan sosial di media sosial yang beredar. Sebuah konten di media sosial Facebook pada Kamis, (9/1/2025) beredar dengan klaim yang mengajak masyarakat untuk melakukan pendaftaran dan mengecek penerima program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Konten tersebut mengindikasikan bahwa pendaftaran hanya dapat dilakukan dalam waktu terbatas, sehingga mendorong masyarakat untuk segera mengakses tautan yang disertakan. Namun, klaim dalam unggahan tersebut ternyata tidak benar atau hoaks.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh cekfakta.com, tautan yang disebar mengarahkan pengunjung untuk mengisi data pribadi seperti nama lengkap sesuai KTP, nomor akun Telegram, tempat dan tanggal lahir, serta alamat lengkap. Situs yang tercantum bukanlah situs resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan diduga kuat merupakan upaya phishing atau pencurian data pribadi.
Penting untuk diketahui, persyaratan menjadi penerima bantuan dari Kemensos adalah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pendaftaran DTKS dapat dilakukan secara offline melalui kantor desa/kelurahan atau secara online melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos.
Masyarakat juga dapat mengecek status penerima bansos secara langsung melalui situs resmi DTKS di cekbansos.kemensos.go.id. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap informasi yang tidak jelas asal-usulnya dan selalu menggunakan saluran resmi untuk mendaftar atau mengecek status penerima bansos melalui situs DTKS di alamat cekbansos.kemensos.go.id.