Pendeta Victor Tekankan Hidup Berlandaskan Firman Tuhan

  • 13 Mar 2026 03:38 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Pendeta Victor Dethan dari Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) mengajak umat Kristen menjadikan firman Tuhan sebagai dasar menjalani kehidupan. Pesan itu disampaikan dalam renungan program “Mutiara Pagi” yang diperdengarkan kepada jemaat dan masyarakat, Sabtu, 7 Maret 2026.

Dalam renungan tersebut, ia menyoroti situasi dunia modern yang dipenuhi berbagai suara dan arus informasi. Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar memiliki nilai kebenaran yang dapat menjadi pedoman hidup.

Pendeta Victor menjelaskan, masyarakat saat ini sering dipengaruhi opini media sosial, tren yang sedang viral, hingga pandangan budaya dan politik. Kondisi itu membuat banyak orang kesulitan membedakan mana suara yang benar-benar menuntun kehidupan.

Ia menegaskan bahwa firman Tuhan menjadi fondasi yang kokoh di tengah banyaknya pandangan yang berubah-ubah. Tanpa firman Tuhan, manusia dinilai rentan berjalan dalam kegelapan moral dan spiritual.

Mengutip ajaran dalam Alkitab, Pendeta Victor menyampaikan bahwa firman Tuhan digambarkan sebagai pelita yang menerangi langkah manusia. Artinya, firman Tuhan menuntun setiap keputusan hidup secara bertahap dari waktu ke waktu.

Selain menjadi penuntun hidup, firman Tuhan juga disebut sebagai sumber yang menumbuhkan iman. Iman, menurutnya, tidak lahir dari emosi atau pengalaman semata, tetapi dari perjumpaan manusia dengan kebenaran firman Tuhan.

Ia juga menjelaskan bahwa firman Tuhan berperan membentuk karakter seseorang melalui proses pengajaran, koreksi, dan pembaruan hidup. Dengan membaca dan merenungkan firman Tuhan secara konsisten, seseorang dapat bertumbuh dalam kedewasaan rohani.

Pendeta Victor menambahkan bahwa firman Tuhan memberi pengharapan bagi masa depan. Kisah para tokoh iman dalam Alkitab menunjukkan kesetiaan Tuhan yang terus menyertai umat-Nya sepanjang sejarah.

Karena itu, ia mengajak umat untuk menjadikan firman Tuhan sebagai “makanan rohani” setiap hari. Dengan demikian, kehidupan pribadi, keluarga, maupun gereja dapat dibangun di atas dasar yang kuat dan tidak mudah goyah.

Renungan tersebut menjadi pengingat bagi umat untuk tidak hanya mendengar berbagai suara di dunia, tetapi juga memberi ruang bagi firman Tuhan menuntun kehidupan. Ia berharap setiap pendengar menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan sehari-hari.

Rekomendasi Berita