Persebaya Academy Hadirkan Football Festival Berbasis Healthy Competition

  • 19 Apr 2026 19:02 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Persebaya Surabaya terus memperkuat pembinaan usia dini melalui program Persebaya Academy Football Festival. Ajang ini tidak sekadar kompetisi, melainkan ruang belajar dan unjuk kemampuan bagi para siswa akademi.

Football Festival menjadi wadah untuk menampilkan hasil latihan pemain selama mengikuti program, dengan pendekatan healthy competition yang menekankan suasana aman, nyaman, dan menyenangkan sesuai tahap perkembangan usia.Berbeda dengan kompetisi pada umumnya, kegiatan ini lebih mengedepankan pengalaman bermain tanpa tekanan berlebih.

“Fokus utama bukan pada hasil akhir, tapi proses pembelajaran, keberanian tampil, serta penguatan karakter pemain muda,” kata Intan Permatasari, Senior Manager Sports Academy DBL Indonesia.

Salah satu keunikan ajang ini adalah penilaian berbasis Champions Character. Setiap pertandingan dipantau pelatih yang menilai sportivitas, kerja sama tim, hingga semangat juang pemain. Bahkan, pemain yang menunjukkan sikap positif bisa mendapatkan green card sebagai bentuk apresiasi.

Di akhir festival, penghargaan tidak hanya diberikan kepada tim terbaik, tetapi juga individu, seperti MVP, top scorer, best passer, hingga most defensive player.

Program ini dibagi dalam beberapa kategori usia, mulai dari Mini (6–8 tahun), Youngster (9–10), Junior (11–12), Prospect (13–14), hingga Future (15–18).

Setiap kategori memiliki pendekatan berbeda. Pada level Mini hingga Junior, skor bahkan tidak ditampilkan untuk menekankan bahwa kemenangan bukan tujuan utama.

Sementara itu, pada level yang lebih tinggi, pemain mulai dikenalkan pada taktik dan sistem permainan yang lebih kompleks, hingga mendekati standar kompetitif dengan acuan regulasi FIFA.

Football Festival digelar dalam format empat leg setiap semester dengan sistem home-away, yakni pada Maret, Juni, September, dan Desember. Komposisi tim ditentukan melalui sistem drawing untuk menjaga keseimbangan kualitas.

Meski bersifat santai, program ini tetap didukung sistem analisis performa. Persebaya Academy bekerja sama dengan tim analis dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk mencatat dan mengolah data statistik pemain.

Selain itu, seluruh pemain mendapatkan kesempatan bermain yang merata, dengan aturan yang disesuaikan demi keselamatan, seperti pembatasan tackling keras pada kelompok usia tertentu. Melalui konsep ini, Persebaya Academy tidak hanya membentuk pemain kompetitif, tetapi juga menanamkan nilai dasar sepak bola.

“Lewat Football Festival ini, Persebaya Academy mencoba membuktikan bahwa pembinaan usia dini tidak harus selalu tentang menang atau kalah. Namun lebih penting dari itu, tentang bagaimana membangun karakter dan pengalaman bermain yang akan menjadi bekal di masa depan,” ujar Intan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....