Krisis Keamanan Meksiko Bayangi Persiapan Piala Dunia 2026

  • 30 Mar 2026 09:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Stabilitas keamanan di Meksiko kini menjadi sorotan utama FIFA menjelang kick-off Piala Dunia 2026. Gelombang kekerasan baru melanda sejumlah wilayah di negara tersebut menyusul tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, pemimpin kartel narkoba terbesar di Meksiko, dalam sebuah operasi keamanan pemerintah.

Situasi di lapangan dilaporkan kian mencekam dengan adanya aksi balasan berupa pembakaran kendaraan, pemblokiran jalan utama, hingga bentrokan senjata antara kelompok kriminal dan aparat keamanan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai kemampuan pemerintah Meksiko dalam menjamin keselamatan 48 tim peserta serta jutaan suporter yang diprediksi akan memadati stadion.

Pemerhati sepak bola, Aji Soko, menyebutkan bahwa tantangan keamanan di Meksiko jauh lebih kompleks dibandingkan edisi sebelumnya. Pemerintah setempat tidak hanya harus mengamankan area pertandingan, tetapi juga membentengi diri dari ancaman teror kartel yang memiliki persenjataan lengkap.

"Apakah Meksiko masih mampu menjamin keamanan peserta Piala Dunia 2026 di tengah kemarahan anggota geng kartel yang ingin membalas dendam atas kematian bos mereka? Ini adalah pertanyaan besar yang harus dijawab dengan tindakan nyata di lapangan," kata Aji Soko.

Meskipun Presiden Meksiko telah menyatakan komitmennya bahwa wilayah pertandingan tetap aman, fakta di lapangan menunjukkan dinamika yang berbeda.

FIFA kini didesak untuk melakukan evaluasi mendalam terkait protokol perlindungan bagi para pemain dan penonton guna menghindari insiden yang tidak diinginkan selama turnamen berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....