Krisis Air Mulai Melanda Warunggunung Lebak
- 20 Jul 2026 08:15 WIB
- Banten
Poin Utama
- Kemarau panjang telah memicu krisis air bersih di Kabupaten Lebak dengan sejumlah sumur masyarakat mulai mengering.
- BPBD Kabupaten Lebak bekerja sama dengan relawan Tagana melakukan distribusi air bersih secara gratis ke desa-desa yang terdampak kekeringan.
- Warga yang mengalami kekeringan air dapat meminta bantuan secara langsung melalui pesan WhatsApp BPBD Lebak tanpa dipungut biaya.
RRI.CO.ID, Lebak - Dampak kemarau panjang mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Lebak. Merespons situasi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak bersama relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) mulai gencar memasok air bersih ke desa-desa yang mulai kekeringan.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, menyatakan bahwa warga yang sumurnya sudah mengering bisa langsung meminta bantuan air secara gratis. Layanan permohonan dibuka melalui pesan WhatsApp BPBD Lebak.
"Masyarakat cukup mengajukan lewat WhatsApp BPBD dengan menyertakan surat pengantar atau diketahui oleh kepala desa setempat agar pengiriman bisa langsung dijadwalkan," ujar Sukanta, Sabtu, 18 Juli 2026.
Sejauh ini, pasokan air bersih di antaranya sudah digelontorkan ke Kecamatan Warunggunung. Di Kampung Cibuah Nangklak RT 16 RW 05, sebanyak 5.000 liter air disalurkan untuk kebutuhan 47 kepala keluarga (156 jiwa). Distribusi dengan volume yang sama juga dikirim ke Kampung Cibuah Masigit RT 07 dan RT 09 RW 04 yang berdampak pada 93 KK (331 jiwa).
Sukanta menjelaskan, penyusutan drastis pada sumber mata air alami dan sumur gali menjadi penyebab utama warga kelimpungan. Masalah ini diperparah karena jaringan pipa air bersih dari PDAM belum masuk ke wilayah-wilayah tersebut.
Berdasarkan pemetaan kerawanan bencana, BPBD Lebak mencatat ada 90 desa yang tersebar di 23 kecamatan yang masuk dalam zona rawan krisis air bersih tahun ini. Antisipasi pun ditingkatkan dengan menyiagakan armada khusus.
"Kami siapkan tiga unit mobil tangki untuk keliling menyalurkan air bersih ke desa-desa yang kritis air," kata Sukanta.
Suryadi, salah satu warga Warunggunung, mengaku sangat terbantu dengan kedatangan truk air ini. Menurutnya, paceklik air di kampungnya sudah berjalan hampir satu bulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....