Dai Champions, Melepas Luka Mengobati Hati

  • 19 Jul 2026 15:51 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Surakarta - Hati bercahaya melepas luka mengobati hati disampaikan oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Kuliah Subuh Muhammadiyah Gajahan Solo, di TK ABA, Patang Puluhan Rt 02/4, Minggu 19 Juli 2026.

Mengutip firman Allah dalam Surah An Nur ayat 22, ustaz Jatmiko mengatakan, “Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin Allah mengampunimu?.”

Dia mengatakan sedikit banyak, jemaah pernah mengalami masa lalu yang tidak menyenangkan bagi dirinya. Walaupun mungkin sudah berlalu dan nampak selesai di luar, tetapi bisa jadi masih ada dampak negatif yang tersisa di dalam perasaan.

Menurut dia, Perintah bagi orang beriman untuk mencari wasilah atau jalan sebagai perantara agar lebih dekat kepada Allah SWT seperti yang tercantum terdapat dalam Surat Al-Ma'idah ayat 35.

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung,” ujar anggota pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo.

Setiap manusia beriman bertakwa pasti pernah terluka. Ada yang terluka karena dikhianati, diremehkan, ditinggalkan, tidak dihargai, atau disakiti oleh orang yang justru paling dipercaya.

Luka di tubuh mungkin bisa sembuh dalam hitungan hari atau minggu, tetapi luka hati terkadang bertahan bertahun-tahun.

Jika hari ini hati masih terasa sakit, jangan menyalahkan diri sendiri. Teruslah mendekat kepada Allah. Ceritakan semua kesedihanmu dalam doa. Perbanyak istighfar dan berlatih memaafkan sedikit demi sedikit.

Allah Subhanahu Wa Ta‘ala menggambarkan kondisi orang-orang yang menjaga salat malam.

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Adz-Dzāriyāt: 17–18)

Dalam ayat lain, Allah menyanjung hamba-hamba yang rela meninggalkan nikmat tidur demi bermunajat:

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya. Mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut dan penuh harapan. Dan mereka menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah: 16)

Keluarga besar Muhammadiyah Aisyiyah meninggalkan kehangatan selimut, bukan karena terpaksa, tetapi karena hati mereka telah merasakan manisnya iman berdua-duaan dengan Allah. “Luka yang kau sembunyikan yakinlah Allah yang menyembuhkan,’ jelas anggota Korps Mubalig Solo itu. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....