Dai Champions MUI Pusat : Pengajian Charging Power Ketakwaan

  • 26 Apr 2026 20:52 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pengajian charging power ketakwaan menjadi tema pengajian di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT 02 RW 12, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta yang disampaikan anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, Minggu 26 April 2026.

Setelah bersyukur atas nikmat Allah, di awal ceramahnya yang juga Dai Champions MUI Pusat itu mengajak kepada jamaah untuk selalu bersyukur dan bertakwa.

“Bersyukur dan berterima kasih itu ibadah yang harus dilakukan selama 24 jam. Salah satu bentuknya ikut pengajian sebagai charging power ketakwaan,” ujarnya.

Dia menuturkan, Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak. Apa yang dimiliki harusnya menjadi modal untuk bersyukur.

“Bersyukur dengan charger ibadah, bagaimana salat wajib, salat jumat, umrah, zakat, infak, sedekah dan haji. Barang siapa yang ingin berkomunikasi atau berbicara dengan Tuhan, maka bacalah alQuran. Akan tetapi, kita harus mengetahui dan memahami arti dan maksud dari setiap ayat yang kita baca. Kita harus berusaha untuk memahaminya,” kata dia.

Allah Swt mengatakan bahwa seandainya para penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, maka akan Allah limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, akan tetapi mereka mendustakan ayat-ayat itu, maka Allah pun menjatuhkan siksaan yang disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri.

Menurutnya, Orang bertakwa akan melakukan segala sesuatu atas dasar cinta kepada Allah.

“Sama halnya ketika salat tahajud, salat subuh. Meski cuaca-cuaca dingin, mager malas bergerak tetap dilakukan karena cinta kepada Allah. Semua lillah bukan linnas,” ujarnya.

Sebaliknya, jika dibayangi pikiran jahat langsung ingat Allah. Seperti anjuran surat Al Araf ayat 20. “Lalu, kita lihat surah al Baqarah ayat 194, bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa,” katanya.

Maka dari itu, tegasnya, guru PAI SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta itu berpesan kepada jamaah untuk benar-benar menjadi muslim yang bertakwa dengan cara menginfakkan sebagian harta, saat kondisi senang atau susah. Kedua, menahan amarah. Ketiga, memberi maaf kepada orang lain. Keempat,meminta ampun atas kesalahan atau dosa yang dilakukan. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....