Sambut 2027, Jateng Bentuk 1.000 Desa Wisata Libatkan Kampus

  • 19 Jul 2026 12:20 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bersiap menyambut era pariwisata berkelanjutan berbasis ekonomi syariah pada tahun 2027 mendatang.

Guna mewujudkan visi besar tersebut, pemerintah setempat menargetkan pembentukan 1.000 desa wisata baru di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, memaparkan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.

Hal itu disampaikannya dalam agenda penutupan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jumat, 17 Juli 2026 malam.

Guna merealisasikan target tersebut, Pemprov Jawa Tengah telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi.

Kerja sama ini bertujuan untuk menerjunkan para mahasiswa ke pelosok daerah melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

"Kita sudah ber-MoU. Jadi nanti mungkin KKN tematik atau apa yang kemarin mendampingi untuk warisan tak benda 38 itu masuk semua menjadi warisan tak benda di Jawa Tengah," ujar Hanung.

Keterlibatan pihak akademisi dinilai sangat vital dalam membangun identitas atau branding desa wisata.

Mahasiswa diharapkan mampu menularkan keterampilan seni, budaya, dan kreativitas kepada masyarakat agar memiliki daya tarik pariwisata yang kuat.

"Harapannya seni-seni ini juga dibelajarkan kepada masyarakat. Karena apa, karena desa wisata itu pasti bisa di-branding baik dari seni, wisatanya atau ekonomi kreatifnya," katanya.

Menyambut inisiatif tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Dody Ariawan, memastikan kesiapan perguruan tinggi dalam ekosistem pembinaan masyarakat.

Ia mengapresiasi semangat kolaborasi antarkampus yang sukses memfasilitasi talenta muda untuk terus berkontribusi bagi kemajuan ekonomi dan wisata Jawa Tengah.

"Karena itu, ke depan kita perlu terus memperkuat ekosistem pembinaan seni mahasiswa di Jawa Tengah. BPSMI, perguruan tinggi, para pembina, komunitas seni, dan mahasiswa harus terus bergerak bersama untuk memberikan ruang yang semakin luas bagi tumbuhnya kreativitas dan talenta mahasiswa," ucapnya. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....