Merapi 2, Rumah Kedua Mahasiswa Aceh di Yogyakarta dan Penjaga Budaya Perantauan
- 19 Jul 2026 10:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Merantau jauh dari kampung halaman untuk menuntut ilmu tentu membawa tantangan tersendiri, mulai dari adaptasi budaya hingga urusan finansial. Namun, bagi mahasiswa asal Aceh yang menempuh pendidikan di Yogyakarta, rasa rindu kampung halaman dan beban merantau terasa jauh lebih ringan berkat keberadaan Asrama Merapi 2.
Ketua Taman Pelajar Aceh Yogyakarta, Muhammad Mufariq Mukhlis yang akrab disapa Akhi, Kamis 16 Juli 2026 mengatakan, asrama yang terletak di kawasan Kota Baru ini bukan sekadar tempat tinggal biasa, melainkan bangunan bersejarah yang sarat nilai perjuangan.
"Asrama ini sudah berdiri sejak tahun 1949. Sebelum resmi menjadi asrama mahasiswa, tempat ini dulunya merupakan kediaman menteri dan tempat persinggahan para tokoh penting Aceh, termasuk Tengku Daud Beureueh saat masa pengasingan terkait pemberontakan DI/TII," ujarnya.
Setelah melalui proses sejarah yang panjang, bangunan penuh nilai historis ini akhirnya diwakafkan khusus untuk para mahasiswa Aceh yang sedang menempuh studi di Yogyakarta, dengan nama resmi Asrama Merapi 2, karena terletak di jalan Merapi Nomor 2 Kotabaru.
Asrama ini diperuntukkan bagi seluruh pelajar dan mahasiswa asal Aceh, mulai dari tingkat sekolah (SD/SMP/SMA) hingga jenjang Strata 1 (S1). Menariknya, tidak ada aturan yang berbelit-belit untuk bisa menetap di sini.
"Persyaratannya tidak macam-macam. Yang penting punya KTP Aceh dan berkomitmen untuk saling menjaga satu sama lain," kata Akhi sambil tersenyum.
Bagi Akhi yang sudah menetap selama lima tahun di asrama ini, tinggal bersama sesama putra daerah memberikan dampak emosional dan sosial yang luar biasa. Solidaritas di asrama ini layaknya keluarga kandung.
"Namanya mahasiswa, pasti pernah mengalami kesulitan ekonomi, terutama di akhir bulan. Tapi karena kita tinggal bersama sesama orang Aceh, rasa persaudaraannya kuat sekali. Wajah kita kalau lagi lapar saja sudah kelihatan! Pasti langsung ditanya, Sudah makan belum? lalu dibelikan makanan atau masak sama-sama. Rasa kebersamaan seperti ini belum tentu bisa didapatkan kalau kita tinggal di indekos sendiri-sendiri." ucapnya.
Di bawah naungan organisasi induk Taman Pelajar Aceh, para penghuni Asrama Merapi 2 sangat aktif menggelar berbagai kegiatan positif secara swadaya. Setiap bulannya, mereka rutin mengadakan program diskusi ilmiah dan study tour ke berbagai museum untuk memperluas cakrawala pendidikan dan kebudayaan. Tidak hanya itu, mereka juga memiliki wadah literasi unik bernama Surah Buku yang diadakan setiap malam Minggu. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membaca dan berdiskusi, memegang teguh pepatah bahwa buku adalah jendela dunia.
Salah satu pencapaian yang paling berkesan bagi komunitas mahasiswa Aceh di Yogyakarta adalah suksesnya gelaran Pameran Gelar Budaya pada tahun 2022 lalu.
"Waktu itu kita bikin panggung kecil di Titik Nol Kilometer. Selama satu hari penuh, kami mengadakan karnaval di sepanjang Jalan Malioboro. Semua mahasiswa memakai baju adat Aceh. Kami menampilkan berbagai kesenian mulai dari Tari Saman, Tari Ratoh Jaroe, hingga Medike (berzikir)," ujar Akhi dengan bangga.
Meskipun masa jabatannya akan segera berakhir, Akhi menaruh harapan besar pada generasi baru mahasiswa Aceh agar memanfaatkan kekuatan media sosial secara maksimal untuk memperkenalkan kebudayaan Aceh ke ranah digital. Ada satu mimpi besar yang sedang dirancang oleh Taman Pelajar Aceh Yogyakarta yaitu mendirikan sebuah Museum dan Galeri Khusus Aceh di Yogyakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....