Wawali Solo Bekali Wawasan Kebangsaan, Finalis PPS Siap Jadi Agen Perubahan
- 18 Jul 2026 19:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta: Sebanyak 10 pasang finaslis Putra Putri Solo (PPS) 2026 mengikuti kegiatan pembekalan bertema Wawasan Kebangsaan dan Pemerintahan Kota Surakarta di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Solo, Pada Sabtu 18 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan pembentukan karakter finalis sebelum Grand Final Putra Putri Solo 2026 yang akan berlangsung pada 24 Juli 2026.
Selain itu para finalis PPS mendapatkan pembekalan secara intensif selama sepekan sebelum Grand Final selain wawasan kebangsaan juga mendapatkan materi mengenai kepariwisataan hingga pengembangan kepribadian.
Salah seorang Finalis Putra Putri Solo, Muhammad fauzi Numairilah asal Kecamatan laweyan mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari pembekalan tersebut. Lulusan SMK Negeri 7 Surakarta jurusan perfilman dan Broadcasting itu menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat, terutama mengenai sejarah kota Solo dan pentingnya menjaga warisan budaya.
"Pembekalan dari Mbak astrid memberikan banyak ilmu, terutama tentang sejarah Kota Solo dan bagaimana kita merawatnya. kami juga diajak untuk tetap bertahan menjaga budaya ditengah derasnya modernisasi," kata fauzi.
Menurutnya, pembekalan yang diberikan Astrid Widayani juga menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi kota Solo.
Dalam kesempatan itu, Wakil Walikota Solo Astrid Widayani mengatakan pembekalan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai wawasan kebangsaan secara umum, tetapi juga memperkuat perspektif tentang kota surakarta sebagai kota budaya yang harus terus dijaga ditengah perkembangan jaman.

"Materi yang saya sampikan dimulai dari ddasar negara Pancasila, hingga sebagai isu kebangsaan yang menjadi tantangan masyarakat saart ini.saya berharap Putra Putri Solo dapat menjadi agen of change dalam menghadapi berbagai tantangan sosial," kata Astrid.
Astrid menambahkan para finalis diharapkan mampu memperkenalkan solo secara lebih luas, tidak hanya melalui destinasi wisata, tetapi juga dengan menjaga nilai nilai trtadisi, akar budaya dan identitas bangsa agar tetap lestari ditengah derasnya arus modernisasi. (SF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....