Berikan Literasi pada Siswa, Dinas Kominfo Kulon Progo Buat Program Sehat Digital

  • 18 Jul 2026 00:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, KulonProgo — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, kemampuan menyaring dan memilah arus informasi di dunia maya menjadi kebutuhan krusial, khususnya generasi muda. Sebagai langkah penyaringan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kulon Progo meluncurkan program "Sehat Digital" yang diintegrasikan dalam rangkaian kegiatan "Kominfo Goes to School".

Program "Sehat Digital" ini untuk membekali para siswa baru di berbagai jenjang sekolah di wilayah Kulon Progo dengan pemahaman literasi digital sejak dini. Kegiatan ini memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang digelar di berbagai sekolah sejak Senin 13 Juli 2026.

Beberapa sekolah yang menjadi sasaran program ini antara lain SMA N 1 Wates, SMA N 1 Pengasih, SMK Muhammadiyah 2 Wates, SMA N 1 Lendah, SMK Ma'arif 3 Wates, SKB Kulon Progo, SMP N 4 Sentolo, SMK N 1 Panjatan, SD N 1 Pengasih, hingga MTs Darul Ulum Galur.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kulon Progo, Bambang Sutrisno, menjelaskan, fokus utama merupakan upaya membangun kemampuan menyaring informasi agar para siswa tidak mudah terseret oleh arus informasi yang menyesatkan.

"Kegiatan ini dalam rangka literasi digital agar para siswa dapat lebih bijak dan arif dalam memanfaatkan gawai. Program ini kami diharapkan siswa mampu memfilter berita-berita bohong (hoaks) menggunakan perangkat dan pemahaman mereka sendiri mengenai digitalisasi, sehingga tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak bermanfaat," ujarnya, Jumat 17 Juli 2026.

Materi yang disampaikan dalam program ini, jelas Bambang, meliputi pilar siber yang fundamental, mulai dari cara bijak bersosial media, keamanan digital, hingga pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi di ruang digital.

Kepala SMP N 4 Sentolo, Rini Siswanti, mengungkapkan bahwa edukasi ini sangat membantu sekolah dalam mengawal siswanya.

"Materi ini penting untuk disampaikan ke anak-anak karena sekolah kami membolehkan anak-anak membawa ponsel. Agar anak-anak bijak dalam menggunakan ponsel di sekolah, kami mengawal mereka agar juga lebih bijak dalam menggunakan ponsel, berkomentar di media sosial, maupun mengunggah postingan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....