MPLS SMKN 1 Seyegan Ada Edukasi Anti-Radikalisme, Bullying, dan Literasi Digital
- 14 Jul 2026 19:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Sebanyak 550 siswa baru SMK Negeri 1 Seyegan mengikuti sosialisasi bertema "Pelajar Berkarakter, Anti Bullying, Anti Klithih, Anti Radikalisme, dan Bijak Bermedia Digital" dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) SMKN 1 Seyegan pada Selasa, 14 Juli 2026 pukul 11.15–12.15 WIB.
Kegiatan diterima oleh Wakil Kepala SMKN 1 Seyegan, Nurhadi, S.Pd.T., dan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta didik baru.
Sosialisasi menghadirkan dua narasumber, yakni RM Yohanes Samiaji, S.Sos., Tenaga Pelopor Perdamaian (PORDAM) Dinas Sosial Kabupaten Sleman, serta Bagus Jalu Anggara, S.IP., dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman.
Dalam pemaparannya, RM Yohanes Samiaji menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap sesama, menjunjung tinggi toleransi, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan di era digital. Materi yang disampaikan meliputi pencegahan perundungan (bullying), kejahatan jalanan (klithih), radikalisme, hingga bahaya ruang digital seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, dan propaganda yang menyasar kalangan remaja.
Menurutnya, berbagai bentuk kekerasan yang melibatkan pelajar kerap berawal dari rendahnya kepedulian terhadap sesama, pengaruh lingkungan pergaulan, serta penggunaan media sosial yang tidak bijaksana.
«"Menjadi pelajar hebat bukan karena ditakuti, tetapi karena mampu menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta berani mengatakan tidak terhadap bullying, klithih, dan segala bentuk kekerasan," ujar RM Yohanes Samiaji.

Sementara itu, Bagus Jalu Anggara menyampaikan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat bela negara, serta menjaga toleransi dan wawasan kebangsaan sebagai fondasi persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia juga mengajak para siswa untuk cerdas dalam menyaring informasi serta bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab secara interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai cara menghadapi perundungan, menjaga keamanan bermedia digital, hingga langkah yang harus dilakukan apabila menemukan indikasi kekerasan maupun penyebaran paham radikal di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta didik baru SMKN 1 Seyegan mampu menjadi pelajar yang berkarakter, menjunjung tinggi nilai toleransi, menghormati perbedaan, serta berani menolak segala bentuk kekerasan, perundungan, kejahatan jalanan, maupun paham radikalisme.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menjadi Pelajar Anti Bullying, Anti Klithih, Anti Radikalisme, dan Bijak Bermedia Digital sebagai komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda. (KIM DSN/Ajeng)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....