Antrean SPBU Mengular, Bupati Markus Minta Warga Hentikan 'Panic Buying'

  • 17 Jul 2026 21:48 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO,ID, Bangka Barat - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Bangka Barat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Bupati Bangka Barat, Markus, memastikan pasokan BBM dari Pertamina tetap aman dan tidak mengalami pengurangan kuota.

Menurut Markus, antrean dipicu oleh disparitas harga BBM serta munculnya kepanikan masyarakat (panic buying) yang khawatir kehabisan stok.

"Pertamina sudah memastikan tidak ada pengurangan kuota. Stok BBM aman dan distribusi berjalan seperti biasa. Kondisi di setiap SPBU bisa berbeda tergantung tingkat penjualan dan kepadatan kendaraan," kata Markus, dalam keterangan yang diterima RRI, Jum'at, 17 Juli 2026.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Bangka Barat bersama Forkopimda telah mengumpulkan seluruh pengelola SPBU guna melakukan koordinasi. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli BBM secara berlebihan serta meminta SPBU memperketat pengawasan penyaluran BBM subsidi melalui sistem barcode.

"Menindaklanjuti arahan Kapolda, kepolisian bersama Forkopimda akan melakukan penegakan hukum terhadap oknum pengerit BBM. Penyalahgunaan BBM subsidi merupakan pelanggaran yang dapat diproses sesuai ketentuan pidana," tegasnya.

Sementara, warga Mentok, Fikri, berharap ada tindakan tegas terhadap oknum pengerit yang menyalahgunakan BBM. Jika tidak ada penindakan dikhawatirkan Fikri persoalan ini akan tambah parah.

"Jadi sebagai warga ini sangat setuju kalau Pemkab, Kepolisian, Pertamina mau bertindak tegas kepada oknum-oknum yang menyalahgunakan BBM. Kita sangat mendukung sekali, " ucapnya. (Ril)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....