Perawat Dibekali Penanganan Gawat Darurat BTCLS Batch 21 di Solo
- 17 Jul 2026 20:12 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Sebanyak 23 perawat dari Solo Raya dan sejumlah daerah mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) Batch 21 yang digelar Cardia Indonesia. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi perawat dalam menangani pasien gawat darurat, mulai dari fase pra-rumah sakit, saat mendapatkan perawatan di rumah sakit, hingga pascaperawatan.
Saat ditemui RRI pada Jumat, 17 Juli 2026, di sela pelaksanaan sesi luring di Loji Hotel Solo, Manager Cardia Indonesia, Kanthi Lestari, menjelaskan pelatihan BTCLS merupakan bekal penting bagi perawat untuk menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan. Pelatihan berlangsung selama enam hari, terdiri atas tiga hari pembelajaran daring pada 14–16 Juli 2026 dan tiga hari pembelajaran luring pada 17–19 Juli 2026.
Menurut Kanthi, peserta mendapatkan materi mengenai Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), penanganan kasus kardiovaskular, initial assessment atau penilaian awal pasien, hingga prosedur evakuasi dan transportasi pasien yang benar.
"Pelatihan ini menjadi bekal bagi perawat dalam penanganan kegawatdaruratan, mulai dari sebelum pasien sampai di rumah sakit, saat di rumah sakit, hingga setelah perawatan. Peserta juga belajar sistem penanggulangan gawat darurat, penilaian awal pasien, penanganan kardiovaskular, hingga cara evakuasi dan transportasi pasien," ujar Kanthi.
Selain materi teori, peserta juga menjalani berbagai praktik keterampilan yang dibutuhkan dalam penanganan pasien gawat darurat. Praktik tersebut meliputi interpretasi elektrokardiogram (EKG), pemasangan alat bantu jalan napas (airway), bantuan hidup dasar atau resusitasi jantung paru (RJP), teknik menghentikan perdarahan, pembidaian, hingga evakuasi pasien agar tidak memperparah cedera.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas. Cardia Indonesia juga telah menyelenggarakan pelatihan serupa di sejumlah daerah, seperti Surabaya, Cilacap, Purwokerto, dan Kebumen.
Kanthi berharap seluruh peserta mampu mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi darurat.
"Goals-nya adalah nanti perawat-perawat ini yang mengikuti pelatihan punya skill yang mumpuni untuk menolong pasien dalam keadaan gawat darurat di mana pun tempatnya ataupun apa pun kondisinya," katanya.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, peserta akan mengikuti post test sebagai evaluasi akhir. Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat yang diterbitkan melalui sistem Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, karena Cardia Indonesia telah terakreditasi oleh Kementerian Kesehatan sebagai penyelenggara pelatihan BTCLS. (Ryan Assyidiqi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....