Mengapa Kebakaran Hutan Lebih Mudah Terjadi saat Kemarau?
- 17 Jul 2026 19:50 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu bencana yang kerap terjadi saat musim kemarau. Kondisi cuaca yang panas dan minim hujan membuat vegetasi lebih kering sehingga mudah terbakar.
Saat kemarau, kandungan air pada rumput, daun, ranting, dan semak-semak mengalami penurunan. Akibatnya, bahan-bahan alami tersebut menjadi lebih mudah tersulut api dibandingkan saat musim hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa musim kemarau ditandai dengan rendahnya curah hujan dalam jangka waktu tertentu. Kondisi ini menyebabkan kelembapan udara dan tanah menurun sehingga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Selain faktor cuaca, aktivitas manusia juga menjadi penyebab utama kebakaran hutan dan lahan. Pembakaran sampah, pembukaan lahan dengan cara membakar, serta puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat memicu munculnya api.
Ketika api muncul di area yang kering, penyebarannya dapat berlangsung sangat cepat. Angin yang bertiup selama musim kemarau juga berperan dalam memperluas area kebakaran sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur, Muljunias, ST, mengatakan musim kemarau menjadi periode yang harus diwaspadai masyarakat karena risiko kebakaran meningkat. Menurutnya, sebagian besar kebakaran lahan yang terjadi berawal dari aktivitas manusia yang kurang memperhatikan faktor keselamatan.
"Cuaca panas dan vegetasi yang mengering membuat api sangat mudah menyebar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika menemukan titik api," ujarnya saat diwawancarai, Kamis (17/7/2026).
Ia menambahkan, deteksi dini dan pelaporan cepat dari masyarakat sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan. Dengan respons yang cepat, kebakaran dapat dicegah meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Kebakaran hutan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Asap yang dihasilkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan menurunkan kualitas udara di wilayah terdampak.
Pemerintah dan berbagai pihak terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Kesadaran dan partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran hutan selama musim kemarau.
Dengan memahami penyebab kebakaran hutan saat kemarau, masyarakat diharapkan lebih waspada dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Langkah pencegahan sederhana dapat membantu mengurangi risiko bencana yang merugikan banyak pihak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....