BPS Gandeng Pemkot Semarang, Atasi Kendala Pendataan di Perumahan Elite

  • 17 Jul 2026 15:42 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • BPS Kota Semarang dan Pemerintah Kota Semarang melakukan koordinasi untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
  • Salah satu kendala utama adalah kesulitan petugas sensus dalam menjangkau kawasan perumahan elite yang memiliki akses terbatas.
  • Koordinasi dilakukan melalui rapat koordinasi di sejumlah kecamatan untuk mempermudah petugas sensus mendapatkan akses ke wilayah yang sulit dijangkau.

RRI.CO.ID., Semarang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang menggandeng Pemerintah Kota Semarang untuk mengatasi berbagai kendala dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Salah satunya, kendala yang dialami petugas dalam menjangkau kawasan perumahan elite dengan akses terbatas.

Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono mengatakan koordinasi dengan pemerintah daerah telah dilakukan melalui rapat koordinasi di sejumlah kecamatan. Langkah tersebut bertujuan mempermudah petugas sensus memperoleh akses ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

"Harapannya nanti akan bisa dihubungkan antara petugas kami melalui pemangku wilayah untuk bisa masuk ke wilayah-wilayah atau pemukiman yang aksesnya agak sulit," tuturnya saat ditemui Kamis, 16 Juli 2026. Selain memperkuat koordinasi dengan kecamatan, Pemerintah Kota Semarang juga memberikan dukungan berupa apresiasi kepada kecamatan yang mampu menyelesaikan pendataan dengan cepat dan tetap menjaga kualitas hasil sensus.

"Nah, salah satu bentuk dukungan atau motivasi yang disampaikan adalah Bu Wali menjanjikan hadiah bagi pemerintah kecamatan. Itu dalam bentuk program untuk yang nanti pemerintah kecamatannya dapat menyelesaikan SE dengan cepat dan berkualitas," katanya.

Rudi menambahkan, BPS juga terus melakukan penggantian petugas yang mengundurkan diri agar target pendataan tidak terganggu. Hingga saat ini tercatat 30 petugas mengundurkan diri dengan berbagai alasan, di antaranya karena telah diterima bekerja, sakit, maupun tidak dapat membagi waktu dengan kegiatan kuliah.

"Sebenarnya dari 30 orang itu mundur itu itu juga tidak serentak, tapi memang tergantung kondisi si petugas, dari 30 orang itu sebenarnya hampir 50% atau 16 orang itu karena diterima bekerja. Nah, itu makanya kita ini dalam proses kerja dan meneliti ketika ada yang mundur dalam kecamatan itu langsung mencari untuk itu merekrut untuk petugas pengganti, itu supaya pekerjaan tetap bisa berjalan," katanya.

Melalui dukungan Pemerintah Kota Semarang, BPS optimistis berbagai kendala di lapangan dapat diatasi. Ia berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Semarang tetap berjalan sesuai target dan menghasilkan data yang berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....