Petani Muda Jadi Kunci Penguatan Bogor menuju Kota Gastronomi

  • 17 Jul 2026 15:15 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Pengembangan Kota Bogor sebagai kota gastronomi dinilai tidak hanya bergantung pada pelaku kuliner, tetapi juga memerlukan penguatan sektor pertanian dan peternakan sebagai penyedia bahan baku. Keterlibatan generasi muda pun menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan.

Ketua Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) Cabang Kota Bogor, Sion Toni Samosir, mengatakan paradigma anak muda terhadap dunia pertanian dan peternakan mulai berubah. Jika dahulu sektor tersebut dianggap kotor, kuno, dan tidak menjanjikan, kini semakin banyak generasi muda yang melihatnya sebagai bidang usaha berbasis teknologi, inovasi, dan memiliki prospek bisnis yang besar.

"Anak muda sekarang melihat pertanian dan peternakan dengan cara pandang baru. Ada peluang pasar, sentuhan teknologi, dan panggilan sosial untuk ikut menjaga ketahanan pangan daerah," ujar Sion Toni Samosir, dalam Dialog Bogor Pagi Ini edisi Kamis, 16 Juli 2026.

Menurutnya, pengembangan gastronomi akan memberikan dampak positif bagi petani dan peternak lokal karena meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk industri kuliner. Namun, hal itu harus didukung dengan penguatan fondasi sektor hulu, termasuk dukungan pemerintah dalam menyediakan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian maupun peternakan.

Sion menjelaskan, HPPMI telah melakukan pemetaan lahan aset yang berpotensi dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian dan peternakan. Pemanfaatan lahan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran, khususnya di kalangan anak muda.

Ia mengakui masih terdapat tantangan untuk menarik minat generasi muda kembali ke sektor pertanian. Salah satunya karena hasil bertani membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pekerjaan harian yang memberikan pendapatan secara langsung. Karena itu, HPPMI terus melakukan edukasi sekaligus mengembangkan model usaha yang lebih cepat menghasilkan, seperti perdagangan ternak dan pemasaran hasil peternakan.

Selain itu, Sion Toni Samosir menilai petani dan peternak tidak lagi cukup hanya menjual komoditas mentah. Menurutnya, peningkatan nilai tambah melalui inovasi pengolahan produk, kemasan (packaging), penguatan storytelling, hingga digitalisasi rantai pasok menjadi langkah penting agar produk lokal mampu mendukung ekosistem gastronomi Kota Bogor.

"Pangan adalah urusan hidup matinya suatu bangsa. Mari kita buktikan bahwa pemuda Bogor mampu bertani dengan keren, beternak dengan modern, dan menjadi pilar utama dalam menyuplai bahan baku berkualitas bagi kemajuan industri gastronomi," tutup Sion Toni Samosir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....