Prabawa Jadi Wajah Baru Satpol PP Kota Bengkulu

  • 17 Jul 2026 16:15 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kehadiran Praja Wibawa Pembina Warga (Prabawa) menandai babak baru pelayanan Satpol PP Kota Bengkulu. Program yang diluncurkan Pemerintah Kota Bengkulu melalui Wali Kota Dedy Wahyudi ini tidak hanya berorientasi pada penegakan peraturan daerah, tetapi juga menitikberatkan pada pembinaan masyarakat melalui pendekatan yang lebih humanis dan persuasif.

Kasat Pol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang mengatakan, Prabawa merupakan inovasi yang dirancang untuk memperkuat kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus menjawab berbagai persoalan sosial dan ketertiban umum sejak dini. Menurutnya, selama ini Satpol PP lebih dikenal sebagai institusi yang bertugas menegakkan peraturan daerah dan menjaga ketertiban umum, namun melalui program Prabawa, fungsi pembinaan masyarakat akan semakin diperkuat sehingga keberadaan Satpol PP tidak hanya identik dengan penertiban, tetapi juga sebagai mitra masyarakat.

“Prabawa adalah Praja Wibawa Pembina Warga, sebuah konsep kebaharuan yang dihadirkan Pemerintah Kota Bengkulu melalui Satpol PP. Selama ini Satpol PP dikenal sebagai penegak perda dan menjaga ketertiban umum, tetapi sekarang juga menjalankan fungsi pembinaan masyarakat,” kata Sahat, Jumat 17 Juli 2026.

Program ini akan menempatkan satu personel Prabawa di setiap kelurahan di Kota Bengkulu. Dengan penempatan tersebut, petugas diharapkan dapat lebih dekat dengan warga, memahami kondisi lingkungan, serta mampu merespons berbagai persoalan secara cepat dan tepat.

Sahat menjelaskan, keberadaan Prabawa akan melengkapi unsur pembinaan masyarakat yang selama ini telah dijalankan oleh TNI dan Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas. “Dulu di kelurahan ada lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, sekarang ditambah Prabawa. Ini yang mungkin pertama di Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran Prabawa akan memperkuat koordinasi antarinstansi di tingkat kelurahan dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Selain itu, keberadaan personel yang menetap dan aktif berinteraksi dengan warga akan memudahkan pemerintah mendeteksi berbagai potensi persoalan sejak awal.

Berbeda dengan paradigma lama yang identik dengan tindakan penertiban, Prabawa akan mengedepankan pendekatan dialogis dan persuasif dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Bengkulu agar setiap persoalan diupayakan selesai melalui komunikasi dan pembinaan sebelum dilakukan tindakan penegakan hukum.

“Arahan Pak Wali Kota jelas, pendekatan humanis dan persuasif lebih dikedepankan. Pengalaman kami di lapangan, banyak persoalan cukup diselesaikan dengan berdiskusi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tanpa harus datang dalam jumlah besar,” tutur Sahat.

Melalui pendekatan tersebut, Prabawa diharapkan mampu membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat sehingga warga tidak lagi memandang Satpol PP hanya sebagai aparat penertiban, tetapi juga sebagai sahabat dan pembina masyarakat. “Prabawa akan melakukan pencegahan sejak awal, mengenalkan peraturan daerah, mengetahui potensi gangguan lebih dini, dan menjadi garda terdepan sebelum melibatkan unsur lainnya,” katanya.

Selain menjalankan fungsi edukasi dan sosialisasi peraturan daerah, Prabawa juga memiliki tugas penting dalam mendeteksi potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum. Berbagai persoalan sosial seperti kenakalan remaja, konflik lingkungan, aktivitas yang mengganggu ketertiban, hingga persoalan lain yang berpotensi berkembang menjadi masalah lebih besar akan dipantau dan dicegah sejak dini.

Sahat menegaskan, langkah preventif menjadi salah satu fokus utama program ini. Dengan hadir langsung di lingkungan masyarakat, Prabawa diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai potensi masalah sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.

Tidak hanya dalam bidang ketertiban umum, Prabawa juga akan memiliki peran penting dalam perlindungan masyarakat saat terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya. Personel Prabawa akan berkolaborasi dengan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) serta instansi terkait untuk memberikan bantuan dan perlindungan kepada warga.

Dengan konsep yang menggabungkan fungsi pembinaan, pencegahan, perlindungan, dan penegakan aturan secara humanis, Prabawa diharapkan menjadi inovasi baru dalam pelayanan publik di Kota Bengkulu. Program ini sekaligus menjadi upaya Pemerintah Kota Bengkulu untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, responsif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat kelurahan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....