Drone AI Bantu Deteksi Hama Kopi Lebih Cepat
- 18 Jul 2026 05:14 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Lima mahasiswa Universitas Lampung mengembangkan drone biomimetik berbentuk kumbang untuk membantu petani kopi mendeteksi serangan hama dan penyakit tanaman. Inovasi tersebut dirancang sebagai solusi menghadapi ancaman Penggerek Buah Kopi dan karat daun yang kerap menurunkan hasil panen di Kabupaten Tanggamus.
Drone berbasis kecerdasan artifisial itu dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif atau PKM-KI Unila 2026. Tim pengembang terdiri dari Rafidto Farras Achdiar Azizul Haqqi, Ariq Hazel, Gita Rahmania, Bayu Dwi Setiawan, dan Elfi Nuraini Maridah di bawah bimbingan dosen Aryanto.
Teknologi ini menggunakan sistem AI berbasis YOLOv8 dan ResNet yang terhubung dengan kamera serta sistem Internet of Things. Drone mampu mendeteksi penyakit tanaman secara cepat lalu mengirimkan lokasi serangan ke dashboard pemantauan.
“Dampak paling signifikan yang langsung dirasakan oleh petani adalah efisiensi waktu yang sangat drastis. Jika sebelumnya mereka harus berjalan kaki berhari-hari untuk memeriksa tanaman, kini proses inspeksi dapat selesai dalam sekitar 15 menit penerbangan drone,” ucap Ketua Tim, Rafidto Farras, Jumat, 17 Juli 2026.
Desain berbentuk kumbang menjadi keunggulan utama karena mampu bergerak di bawah kanopi tanaman kopi yang rapat. Area tersebut umumnya sulit dijangkau oleh drone komersial berukuran besar.
Rafidto menjelaskan alat itu dirancang dengan biaya produksi sekitar Rp6 juta hingga Rp8 juta per unit. Harga tersebut diharapkan membuat teknologi lebih mudah diakses oleh petani kopi.
“Melalui data uji lapangan ini, kami ingin membuktikan percepatan deteksi penyakit, pengurangan penggunaan pestisida, hingga peningkatan produktivitas kebun kopi secara nyata,” ujarnya.
Uji lapangan dilakukan di perkebunan kopi mitra di Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus. Hasil pengujian menunjukkan drone mampu membantu petani menemukan titik serangan hama dengan lebih cepat dan akurat.
Tim mahasiswa berharap inovasi tersebut dapat melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau Pimnas 2026. Pengembangan lebih lanjut juga diarahkan agar drone dapat diproduksi dalam skala lebih luas untuk mendukung pertanian presisi di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....