RSUD Daya Makassar Luncurkan Inovasi Gerakan Empati Layanan Integrasi
- 17 Jul 2026 12:47 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar meluncurkan inovasi GELIAT (Gerakan Empati Layanan Integrasi Aktif Terpadu) sebagai upaya mempercepat penanganan sekaligus pemulangan pasien terlantar melalui kolaborasi lintas instansi. Direktur RSUD Daya Makassar, dr. A. Any Muliany, mengatakan inovasi tersebut lahir dari persoalan yang selama ini sering dihadapi rumah sakit, yakni pasien terlantar yang telah dinyatakan sembuh secara medis namun belum dapat dipulangkan karena identitas maupun keluarganya belum diketahui.
"Selama ini setiap ada warga terlantar ditemukan di jalan tanpa identitas, hampir pasti dibawa ke RSUD Daya untuk mendapatkan pelayanan medis. Kendalanya muncul ketika pasien sudah dinyatakan sembuh tetapi belum diketahui harus dipulangkan ke mana," kata dr. Any, Kamis 16 Juli 2026.
Ia menjelaskan, melalui GELIAT, RSUD Daya membangun koordinasi terpadu bersama Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), pemerintah kecamatan, kelurahan, serta instansi terkait lainnya. Identitas pasien dapat ditelusuri lebih cepat melalui pemeriksaan biometrik sehingga proses pemulangan tidak lagi memerlukan waktu berhari-hari.
Menurutnya, inovasi ini juga berdampak pada efisiensi pelayanan rumah sakit. Sebab, setelah pasien dinyatakan boleh pulang, biaya perawatan tidak lagi dapat diklaim melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), sementara pasien masih menempati tempat tidur yang seharusnya dapat digunakan pasien lain.
"Melalui GELIAT proses pemulangan menjadi lebih cepat sehingga tempat tidur bisa segera dimanfaatkan pasien lain yang membutuhkan pelayanan," ujarnya.
Selain menghadirkan inovasi pelayanan, RSUD Daya juga terus meningkatkan fasilitas kesehatan. Rumah sakit tipe B tersebut kini memiliki kapasitas 270 tempat tidur, didukung layanan radiologi seperti USG, X-Ray, CT Scan, serta laboratorium.
RSUD Daya juga sedang mempersiapkan layanan Cathlab bantuan Kementerian Kesehatan yang saat ini masih dalam proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dr. Any menegaskan RSUD Daya memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh pasien, baik pasien umum, peserta BPJS mandiri maupun peserta BPJS yang iurannya ditanggung pemerintah.
Perbedaan hanya terdapat pada fasilitas kamar sesuai kelas perawatan. Ia juga memastikan rumah sakit tetap menerima pasien tanpa identitas maupun warga terlantar yang membutuhkan pertolongan medis.
Sementara untuk pembiayaan melalui program Jamkesda, syaratnya tetap diperuntukkan bagi warga Kota Makassar yang tidak mampu sesuai ketentuan yang berlaku. Ke depan, implementasi GELIAT akan diperkuat melalui aplikasi berbasis web agar koordinasi antarinstansi berlangsung lebih cepat dan terintegrasi.
"Ke depan seluruh proses koordinasi akan dilakukan melalui aplikasi berbasis web sehingga lebih cepat dan lebih mudah dipantau," kata dr. Any.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi atas penghargaan pelayanan publik yang diterima RSUD Daya dari Ombudsman Republik Indonesia. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil konsistensi rumah sakit dalam menerapkan standar pelayanan publik yang berkualitas, tanpa diskriminasi, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....