Penyuluh Agama Islam Siak Kecil Edukasi Santri Baru Cegah Perundungan di Ponpes

  • 17 Jul 2026 08:49 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Dalam upaya menanamkan karakter mulia sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Siak Kecil menggelar penyuluhan tentang pencegahan bullying bagi santri baru Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ma'arif Siak Kecil, Kamis 16 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Pesantren (MPLP) Tahun 2026 sebagai langkah awal membekali para santri dengan pemahaman tentang pentingnya menjaga akhlak, menghormati sesama, serta menciptakan suasana belajar yang harmonis sejak hari pertama mereka menempuh pendidikan di pesantren.

Dalam penyuluhan tersebut, para santri diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, mulai dari kekerasan verbal, fisik, hingga psikologis, serta dampak yang ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku. Materi juga disampaikan dari perspektif hukum dan ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan martabat sesama manusia.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Siak Kecil menegaskan bahwa segala bentuk penghinaan, ejekan, kekerasan fisik, maupun intimidasi bertentangan dengan nilai-nilai akhlakul karimah yang diajarkan Rasulullah SAW.

"Santri harus menjadi pelopor perdamaian dan kenyamanan di lingkungan belajar. Lisan dan perilaku kita harus dijaga agar mencerminkan kasih sayang Islam," ujar perwakilan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Siak Kecil saat menyampaikan materi.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya perundungan, penyuluhan juga mengajak para santri membangun budaya saling menghormati dengan menghargai perbedaan latar belakang, mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan pesantren, serta menumbuhkan kepedulian untuk berani melapor kepada pengasuh apabila mengetahui adanya tindakan perundungan.

Pihak Pondok Pesantren Al Ma'arif Siak Kecil mengapresiasi sinergi yang dibangun oleh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama melalui kegiatan tersebut. Menurut pengelola pesantren, penyuluhan ini sangat relevan dalam membentuk karakter santri sejak awal memasuki kehidupan berasrama.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh santri memiliki kesadaran untuk menjaga sikap, menghormati sesama, serta bersama-sama menciptakan lingkungan pesantren yang aman, damai, dan penuh kasih sayang.

Kegiatan MPLP berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para santri baru. Mereka aktif mengikuti pemaparan materi, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait pencegahan perundungan di lingkungan pesantren.

Melalui edukasi ini, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Siak Kecil berharap Pondok Pesantren Al Ma'arif dapat menjadi lembaga pendidikan yang ramah anak, bebas dari perundungan, serta mampu melahirkan generasi Islami yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....