Gerakan Literasi Digital, Respati Ajak Jurnalis Ajarkan Menulis Anak-anak

  • 17 Jul 2026 16:41 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta terus berupaya memperkuat ekosistem literasi di tengah pesatnya era digitalisasi. Menyoroti ketergantungan generasi muda terhadap teknologi yang kian mengkhawatirkan, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengajak para jurnalis handal untuk turun tangan mengajarkan keterampilan menulis kepada anak-anak sejak usia dini.

Hal tersebut disampaikan dalam acara gerakan literasi digital yang diselenggarakan di Pendhapi Gede Balai Kota Surakarta pada Kamis, 16 Juli 2026. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta, baik secara luring maupun daring, termasuk para pegiat literasi, organisasi perangkat daerah, hingga Bunda Literasi dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surakarta Respati Ardi menceritakan keprihatinannya saat menguji kemampuan membaca anak sekolah yang ternyata kesulitan memahami substansi bacaan karena terbiasa dengan hal-hal instan di dunia digital. Ia menekankan pentingnya kembali ke dasar (back to basic) melalui kegiatan membaca dan menulis di sekolah.

"Intinya kami mengedepankan budaya untuk baca tulis, membiasakan menulis dan membaca dengan baik akan kita implementasikan di anak-anak usia dini hingga SMP. Dan kami mengajak rekan-rekan jurnalis untuk mengajarkan ilmu menulis yang baik dalam sebuah peristiwa. Ini menjadi penting sekali supaya anak-anak kembali berminat membacanya lebih baik lagi," kata Respati Ardi.

Respati Ardi secara khusus melirik para jurnalis perempuan hebat, seperti komunitas Solo Jurnalis (Soju), untuk membagikan ilmu menulis kepada siswa SD, SMP, hingga SMA.

Melalui keterlibatan para jurnalis, diharapkan anak-anak tidak sekadar menjadi konsumen informasi yang instan, melainkan mampu merangkum, memahami substansi peristiwa, dan mengekspresikannya melalui tulisan yang baik.

Sementara itu, gerakan literasi digital ini juga menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas literasi di Jawa Tengah. Bunda Literasi Jawa Tengah, Nawal Nur Arafah Yasin menegaskan bahwa digitalisasi layanan perpustakaan dan pemanfaatan teknologi harus diimbangi dengan indikator pembangunan literasi yang konkret.

Ada lima poin target penguatan literasi digital yang disepakati untuk masa depan Jawa Tengah, termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM).

"Kita targetnya untuk meningkatkan IPLM, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat, kedua peningkatan tingkat kegemaran membaca, ketiga penguatan literasi digital masyarakat, keempat transformasi perpustakaan digital dan kelima penguatan ekosistem literasi multi pihak," ucap Nawal Nur Arafah Yasin.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, serta para jurnalis, Kota Surakarta diharapkan mampu membentengi generasi penerus dari dampak negatif ketergantungan digital dan mencetak generasi yang cerdas, kritis, serta gemar menulis. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....