Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Dikebut, Rp400 Miliar Disiapkan

  • 17 Jul 2026 04:35 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat proses pembebasan lahan untuk pembangunan Flyover Gedangan dengan membentuk tim khusus pengadaan tanah serta menyiapkan anggaran ganti rugi sebesar Rp400 miliar. Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan fisik jembatan layang yang menjadi solusi kemacetan di kawasan Aloha-Gedangan dapat segera dimulai.

‎Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, pendataan terhadap 122 bidang tanah yang terdampak proyek telah rampung. Saat ini pemerintah memfokuskan penyelesaian administrasi terhadap 16 bidang tanah yang masih terkendala agar proses penilaian harga oleh tim appraisal dapat dimulai pada Agustus mendatang.

‎"Kami bergerak cepat. Pengumpulan dokumen lahan hingga pengukuran terus berjalan secara paralel. Kami menargetkan proses appraisal sudah bisa dimulai pada Agustus nanti," ujar Subandi usai memimpin rapat koordinasi di Ruang Delta Wicaksana, Kamis 16 Juli 2026.

‎Untuk mendukung percepatan tersebut, Pemkab Sidoarjo mengalokasikan dana Rp200 miliar melalui APBD 2026 dan menyiapkan tambahan Rp200 miliar pada APBD 2027. Total anggaran Rp400 miliar itu disiapkan khusus untuk pembayaran ganti rugi lahan warga terdampak

Pemerintah juga membentuk Tim Pengadaan Tanah yang berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), tim appraisal, dan konsultan hukum, serta melakukan pelacakan terhadap pemilik lahan yang berada di luar daerah melalui perangkat desa.

‎Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Muhammad Makhmud menjelaskan, 16 bidang tanah yang belum selesai bukan disebabkan sengketa hukum, melainkan persoalan administratif.

‎"Kendala utamanya adalah beberapa pemilik lahan saat ini berdomisili di luar daerah dan belum berhasil ditemui. Selain itu, ada satu bidang tanah yang ahli warisnya mencapai 57 orang sehingga dokumen kesepakatannya belum lengkap," kata Makhmud.

‎Menurutnya, bersama perangkat desa, pemerintah terus menelusuri keberadaan para pemilik lahan agar seluruh proses pembebasan tanah dapat diselesaikan tahun ini sehingga tidak menghambat tahapan pembangunan.

‎Subandi menegaskan, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat hingga seluruh proses pembebasan lahan tuntas.

"Kami berupaya semaksimal mungkin. Tahun ini pembebasan lahan harus rampung agar pembangunan fisik jembatan layang bisa segera terwujud demi mengurai kemacetan kronis di kawasan Gedangan," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....