Tak Semua Pembinaan Berhasil, Dinsos Kota Magelang Ungkap Tantangan Tangani PGOT

  • 16 Jul 2026 20:32 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Dinas Sosial Kota Magelang telah menyiapkan tahapan pembinaan komprehensif termasuk rehabilitasi psikososial, penguatan mental, motivasi, dan peningkatan keterampilan kerja sebelum PGOT dikembalikan ke keluarga.
  • Tantangan utama adalah sebagian penerima manfaat masih kembali hidup di jalan setelah menjalani pembinaan, menunjukkan bahwa rehabilitasi memerlukan pengawasan keluarga yang berkelanjutan dan dukungan masyarakat jangka panjang.
  • Dinas Sosial berkolaborasi dengan Satpol PP, kepolisian, TNI, dan OPD lainnya melalui penertiban rutin, layanan rumah singgah, dan akses bantuan sosial yang terpadu untuk membantu penerima manfaat mencapai kemandirian ekonomi.

RRI.CO.ID, Semarang – Dinas Sosial Kota Magelang mengakui masih menghadapi tantangan dalam penanganan Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT). Meski telah mendapatkan pembinaan dan pendampingan, sebagian penerima manfaat masih kembali hidup di jalan sehingga diperlukan pengawasan keluarga dan dukungan masyarakat agar rehabilitasi berjalan berkelanjutan.

Kepala Dinas Sosial Kota Magelang, Bambang Nuryanta mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai tahapan pembinaan sebelum PGOT dikembalikan ke keluarga maupun masyarakat. Selain rehabilitasi sosial, mereka juga mendapatkan penguatan mental, motivasi, hingga peningkatan keterampilan bekerja.

"PGOT sebelum kita kembalikan ke keluarga, sudah kita lakukan rehabilitasi psikososial. Kita juga bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi terkait peningkatan keterampilan," kata Bambang dalam Dialog Semarang Menyapa RRI Semarang, Selasa, 14 Juli 2026.

Selain itu, Dinas Sosial juga melakukan pendataan terhadap kondisi ekonomi keluarga penerima manfaat. Apabila keluarga dinilai tidak mampu, pemerintah akan mengusulkan mereka masuk ke dalam sistem bantuan sosial agar memiliki dukungan ekonomi setelah kembali ke lingkungan tempat tinggalnya.

Meski demikian, Bambang mengakui masih ada penerima manfaat yang kembali menggelandang setelah menjalani pembinaan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena tidak semua persoalan dapat diselesaikan hanya melalui rehabilitasi di rumah singgah.

"Nah, itu memang menjadi fenomena kita. Ada yang sudah kita bina, kemudian kita beri dorongan motivasi, baik kepada yang bersangkutan maupun keluarganya, tetapi masih juga kembali ke jalan," ujarnya.

Ia menilai, peran keluarga menjadi faktor penting untuk mencegah seseorang kembali menjadi PGOT. Pengawasan dan pendampingan setelah proses rehabilitasi harus terus dilakukan agar motivasi yang telah dibangun selama pembinaan tidak hilang ketika mereka kembali ke masyarakat.

"Kalau pengawasan keluarga tidak maksimal, kemudian pemberian motivasi juga berhenti, ya memang bisa kembali lagi. Akan tetapi, tetap kita tangani seperti sebelumnya, kita beri nasihat dan motivasi," katanya.

Untuk memperkuat penanganan, Dinas Sosial Kota Magelang terus bersinergi dengan Satpol PP, kepolisian, TNI, serta berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Penertiban rutin, layanan rumah singgah, pembinaan keterampilan, hingga akses terhadap bantuan sosial dilakukan secara terpadu agar para penerima manfaat memiliki kesempatan memulai hidup yang lebih mandiri.

Bambang berharap masyarakat juga turut berperan dalam mencegah munculnya kembali PGOT dengan memberikan informasi kepada Dinas Sosial apabila menemukan warga yang membutuhkan penanganan. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar upaya rehabilitasi tidak berhenti pada pembinaan, tetapi benar-benar mampu mengembalikan para penerima manfaat menjadi pribadi yang mandiri di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....