Siswa Sekolah di Banda Aceh dapat Edukasi Penanggulangan Kebakaran saat MPLS

  • 16 Jul 2026 16:55 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh– Siswa baru SMA Negeri 1 Banda Aceh mengikuti edukasi mengenai penanggulangan kebakaran dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, Kamis 16 Juli 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banda Aceh sebagai pemateri.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Damkar memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, mulai dari langkah awal penyelamatan diri hingga pengenalan fungsi dan cara penggunaan APAR. Setelah menerima materi, para siswa juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung penggunaan APAR di bawah pendampingan petugas.

Wakil Humas SMA Negeri 1 Banda Aceh, Melfrina, mengatakan materi yang diberikan merupakan bagian dari rangkaian MPLS Ramah yang bertujuan membekali siswa baru dengan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

"Setelah semua siswa mengikuti kegiatan MPLS dari pagi mulai dari senam dan juga edukasi dari pihak kesehatan, siang ini siswa baru akan mendapatkan materi tentang penyelamatan dan penggunaan alat APAR dari pihak Damkar Kota Banda Aceh," ujarnya.

Ia menjelaskan, selama pelaksanaan MPLS, sekolah tidak hanya memperkenalkan lingkungan dan budaya sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga menghadirkan berbagai materi edukatif dari instansi terkait. Menurutnya, pembekalan mengenai mitigasi kebencanaan menjadi salah satu materi penting agar siswa memiliki pengetahuan dasar dalam menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banda Aceh, Sabri, mengatakan pihaknya memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan tugas dan pelayanan Damkar sekaligus memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.

"Pada kesempatan ini kami menyampaikan gambaran umum tentang pelayanan Dinas Pemadam Kebakaran, tentang pengetahuan kesiapsiagaan saat ada kebakaran dan pengenalan serta penggunaan alat APAR atau Alat Pemadam Api Ringan," kata Sabri.

Menurutnya, keterbatasan waktu membuat materi yang disampaikan belum dapat diberikan secara menyeluruh. Meski demikian, ia berharap edukasi tersebut dapat menjadi bekal awal bagi para siswa dalam memahami pentingnya pencegahan kebakaran.

"Karena tadi kita hanya diberi waktu satu jam, sehingga informasi yang kita sampaikan masih terlalu minim atau kurang. Tapi semoga bisa bermanfaat untuk sekolah. Harapan yang bisa kami sampaikan kepada seluruh masyarakat, baik di sekolah maupun masyarakat lainnya, adalah jangan menitikberatkan kepada salah satu pihak. Masyarakat hari ini perlu berperan aktif juga terhadap upaya-upaya pencegahan kebencanaan," ujarnya.

Melalui edukasi tersebut, diharapkan para siswa tidak hanya memahami cara menggunakan APAR, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran sejak dini. (Kontributor: Iesha Umami Wartin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....