I Wayan Sudana, Keberagaman Harus Menjadi Kekuatan Persatuan

  • 16 Jul 2026 20:34 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Gorontalo mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan sikap saling mencintai dan menghormati tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun budaya. Sikap tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Wakil Sekretaris FKUB Provinsi Gorontalo, I Wayan Sudana, mengatakan mencintai sesama merupakan bentuk penghormatan terhadap martabat setiap manusia. Menurutnya, perbedaan yang ada di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan, melainkan menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan.

"Bagi saya, mencintai sesama tanpa memandang perbedaan baik suku, agama, dan budaya merupakan wujud penghormatan terhadap martabat setiap manusia. Hal itu sekaligus menjadi pondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di lingkungan masyarakat Gorontalo. Di tengah masyarakat yang semakin beragam seperti sekarang ini, perbedaan harus dipandang sebagai kekuatan yang memperkaya cara kita berpikir, memperluas kerja sama, dan mempererat persaudaraan," ucap I Wayan Sudana kepada RRI, Rabu 15 Juli 2026.

Ia mengaku banyak belajar dari nilai-nilai kehidupan masyarakat Gorontalo meskipun berasal dari Suku Bali. Menurutnya, kearifan lokal Gorontalo yang menjunjung tinggi musyawarah, kebersamaan, dan saling menghormati merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan di tengah berbagai tantangan, termasuk derasnya arus informasi di media sosial.

"Meskipun saya berasal dari Suku Bali, saya banyak belajar dari Gorontalo. Daerah ini memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang menjunjung tinggi kebersamaan, musyawarah, dan saling menghormati. Nilai-nilai ini menjadi modal yang sangat penting dalam menjaga kerukunan di tengah berbagai tantangan sosial, termasuk perkembangan media sosial. Mencintai sesama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti membangun ruang dialog, menghargai kebebasan beragama, bergotong royong tanpa membedakan latar belakang, dan yang terpenting bijak dalam menyikapi informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat," kata I Wayan Sudana.

Ia menegaskan, terciptanya masyarakat yang damai dan inklusif berawal dari kemampuan setiap individu untuk mengedepankan empati, saling menghormati, dan bekerja sama demi kepentingan bersama. Dengan demikian, keberagaman tidak lagi dipandang sebagai sumber perbedaan, melainkan sebagai kekuatan yang menyatukan.

"Ketika setiap warga mampu mengedepankan empati, saling menghormati, dan bekerja sama demi kepentingan bersama, maka keberagaman bukan menjadi sumber perbedaan, tetapi justru menjadi kekuatan untuk mewujudkan masyarakat yang damai dan inklusif. Pada akhirnya, keberagaman akan menjadi pondasi dalam menegakkan persatuan. Ketika masyarakat mampu menempatkan nilai kemanusiaan di atas segala perbedaan, maka Gorontalo akan dikenal sebagai daerah yang memiliki kehidupan sosial yang rukun, harmonis, dan penuh rasa kebersamaan," tambahnya.

FKUB Provinsi Gorontalo berharap semangat persaudaraan dan toleransi terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat. Dengan menjaga nilai-nilai kebersamaan dan saling menghargai, Gorontalo diharapkan tetap menjadi daerah yang harmonis serta mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di masa mendatang. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....