Pemkot Singkawang Dukung Transformasi ISBI Menjadi Universitas

  • 16 Jul 2026 14:56 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Singkawang – Pemerintah Kota Singkawang mulai mengawal langkah Institut Sains dan Bisnis Internasional (ISBI) Singkawang menuju perubahan status menjadi universitas.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie langsung menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan verifikasi lapangan sebagai bahan dukungan kepada pemerintah pusat. Langkah tersebut disampaikan usai menerima audiensi jajaran ISBI Singkawang di Kantor Wali Kota, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Tjhai Chui Mie, perjuangan panjang pengurus ISBI sejak 2002 untuk menghadirkan universitas pertama di Kota Singkawang patut mendapat dukungan.

“Luar biasa perjuangan para pengurus ini sejak tahun 2002 hingga sekarang mereka terus berjuang agar Singkawang bisa punya universitas,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Tjhai Chui Mie meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama OPD terkait turun langsung meninjau kampus, mulai dari proses pembelajaran, ketersediaan lahan, fasilitas hingga aktivitas mahasiswa.

Hasil verifikasi itu akan menjadi bahan yang disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bentuk dukungan Pemkot terhadap rencana perubahan status ISBI menjadi universitas.

“Kita akan minta dinas terkait datang langsung melihat lokasi, luasan lahan, fasilitas hingga kegiatan mahasiswanya. Semua laporan itu akan kita sampaikan kepada pemerintah pusat agar menjadi bahan pertimbangan dalam mendukung berdirinya universitas di Kota Singkawang,” katanya.

Sementara itu, Rektor ISBI Singkawang Eka Murdani mengatakan kampusnya menargetkan perubahan status menjadi universitas dengan visi mencetak lulusan berkarakter, unggul, berlandaskan budaya multietnis dan kawasan perbatasan, serta berjiwa sosial entrepreneurship pada 2035.

Saat ini, ISBI telah memiliki lebih dari 1.000 mahasiswa dari empat angkatan dengan penerimaan sekitar 250 hingga 300 mahasiswa baru setiap tahun. Mayoritas mahasiswa berasal dari kawasan Singbebas (Singkawang, Bengkayang, dan Sambas). Sementara Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menjadi program studi dengan jumlah mahasiswa terbanyak, mencapai hampir 800 orang.

Eka menegaskan ISBI telah memenuhi salah satu persyaratan utama untuk bertransformasi menjadi universitas, yakni memiliki lahan seluas 14 hektare atau melampaui ketentuan minimal 10 hektare.

Ia juga menilai kehadiran kampus memberikan dampak ekonomi yang nyata di kawasan Singkawang Utara.

“Pertumbuhan rumah kos, usaha kuliner, jasa fotokopi hingga toko buku meningkat seiring bertambahnya jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan di ISBI,” ujarnya. (Gun)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....