PLN Kenalkan Fitur Short Code, Pelanggan Bisa Cek Kondisi Listrik di kWh Meter

  • 16 Jul 2026 15:40 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • PLN meluncurkan fitur short code pada kWh meter prabayar untuk memudahkan pelanggan memantau sisa token, tegangan, arus listrik, dan mengatur alarm pengingat secara mandiri.
  • Dari total 13.957.921 pelanggan PLN di Jawa Tengah, sebanyak 7.118.604 pelanggan (51 persen) menggunakan kWh meter prabayar dan menjadi target utama edukasi fitur ini.
  • Pelanggan dapat menggunakan berbagai short code seperti 37+Enter untuk cek sisa token, 41+Enter untuk tegangan, 44+Enter untuk arus listrik, dan 456+xx+Enter untuk mengatur alarm pengingat minimum kredit.

RRI.CO.ID, Semarang – PT PLN (Persero) memperkenalkan fitur short code pada kWh meter prabayar untuk memudahkan pelanggan memantau kondisi kelistrikan secara mandiri. Melalui kombinasi kode tertentu, pelanggan dapat mengecek sisa token, tegangan, arus listrik, hingga mengatur alarm pengingat secara cepat dan praktis.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, mengatakan edukasi mengenai fitur tersebut penting mengingat lebih dari separuh pelanggan PLN di Jawa Tengah menggunakan listrik prabayar. Dari total 13.957.921 pelanggan, sebanyak 7.118.604 pelanggan atau sekitar 51 persen merupakan pengguna kWh meter prabayar.

Menurut Bramantyo, pemanfaatan fitur short code merupakan bagian dari upaya PLN meningkatkan kemudahan layanan sekaligus mendorong pelanggan menggunakan listrik secara lebih bijak. Dengan memahami fitur yang tersedia, pelanggan dapat mengelola konsumsi listrik secara lebih efisien.

"Dengan lebih dari 7,1 juta pelanggan prabayar di Jawa Tengah, PLN terus berupaya menghadirkan layanan yang makin mudah dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Harapannya, pelanggan dapat mengelola konsumsi listrik dengan lebih efisien serta mengantisipasi habisnya token sebelum aliran listrik terputus," ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis, 16 Juli 2026.

PLN menginformasikan beberapa short code yang dapat dimanfaatkan pelanggan untuk memperoleh informasi kondisi kelistrikan secara mandiri, yakni:

  • 37 + Enter : Mengetahui sisa token listrik (kWh) yang masih tersedia.
  • 41 + Enter : Melihat tegangan listrik (Volt/V) yang diterima pada instalasi pelanggan.
  • 44 + Enter : Mengetahui arus listrik (Ampere/I) yang sedang digunakan.
  • 54 + Enter : Melihat nomor token listrik terakhir yang berhasil dimasukkan ke kWh meter.
  • 59 + Enter : Mengetahui nominal token listrik terakhir yang berhasil diisikan.
  • 456 + xx + Enter : Mengatur batas minimal sisa kredit token sebagai pengingat. Angka xx merupakan batas kWh yang diinginkan. Sebagai contoh, memasukkan 45610 akan mengatur alarm ketika sisa token mencapai 10 kWh.

Brabantyo menambahkan, edukasi penggunaan fitur tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Semakin memahami informasi yang ditampilkan pada kWh meter, pelanggan akan lebih mudah mengatur kebutuhan listrik sehari-hari.

"Kami mengajak seluruh pelanggan untuk mengenali fitur-fitur pada KWh meter prabayar agar dapat memanfaatkan listrik secara lebih bijak, cerdas, dan aman. Makin memahami informasi yang ditampilkan pada kWh meter, makin mudah pula pelanggan mengatur kebutuhan listrik sehari-hari," katanya.

PLN juga mengimbau pelanggan untuk tidak membuka, membongkar, maupun mengutak-atik kWh meter karena dapat membahayakan keselamatan serta memengaruhi keakuratan pengukuran energi listrik. Apabila terjadi gangguan atau kerusakan pada kWh meter, pelanggan diminta segera melapor melalui layanan PLN 123 atau aplikasi PLN Mobile agar dapat ditangani petugas resmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....