Pelatihan UMKM Papua Pegunungan Perkuat SDM dan Daya Saing Pelaku Usaha
- 16 Jul 2026 11:33 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan menggelar pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Wamena, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemandirian, meningkatkan daya saing, serta mendorong keberlanjutan usaha masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).
Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Samuel Pigai yang membawakan materi Membangun UMKM yang Mandiri, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan, serta Piter Suburi dengan materi Pentingnya Peran Logo dalam Membangun Branding UMKM. Diskusi yang berlangsung interaktif menghasilkan 13 poin rekomendasi sebagai usulan program untuk memperkuat pengembangan UMKM di Papua Pegunungan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, SH., M.Si., mengatakan pelatihan tersebut merupakan agenda ketiga yang dilaksanakan pemerintah daerah sebagai upaya membuka ruang diskusi dan penguatan kapasitas pelaku usaha.
"Kami ingin membuka ruang diskusi bebas agar anak-anak muda dan pelaku usaha bisa menata diri dengan gaya mereka sendiri. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di bawah kepemimpinan Bapak John Tabo dan Bapak Ones Pahabol memiliki kewajiban menerjemahkan kebijakan ke dalam langkah konkret untuk memberdayakan UMKM," ujar Alpius.
Dijelaskan, pemerintah provinsi juga tengah mendorong pembentukan Koperasi KP3 sebagai wadah pengembangan komoditas unggulan daerah, seperti kopi, sayuran, bawang, cabai, dan tomat. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani, menjaga stabilitas harga, sekaligus menekan inflasi di Papua Pegunungan.
"Kami berusaha menggandeng petani agar kembali menanam. Dengan cara ini harga bisa ditekan, inflasi dapat dikendalikan, dan ekonomi daerah tetap tumbuh. Kami juga terus memfasilitasi peningkatan kualitas SDM UMKM agar semakin mandiri," katanya.
Sementara itu, Samuel Pigai berharap seluruh hasil diskusi tidak berhenti sebatas rekomendasi. "13 poin masukan yang telah disusun perlu ditindaklanjuti secara bertahap agar memberikan dampak nyata terhadap pengembangan UMKM di Papua Pegunungan," ungkapnya.
Ketua Panitia, Merry Hahare, mengatakan kegiatan tersebut didanai melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) dan secara khusus diperuntukkan bagi pelaku UMKM Orang Asli Papua. "Kami berharap pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas, kemandirian, serta daya saing UMKM lokal sehingga mampu berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....