Tugu Bahasa Nasional Rp101 Miliar di Pulau Penyengat Siap Groundbreaking
- 16 Jul 2026 09:45 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pembangunan Monumen Tugu Bahasa Nasional dan Museum di Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), saat ini tengah memasuki proses evaluasi lelang di Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ). Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, mengonfirmasi bahwa jika berjalan lancar, pemenang lelang akan diumumkan pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.
“Saat ini dalam proses lelang di UKPBJ ya, informasi yang saya dapat hari ini sudah dilakukan proses evaluasi,” kata Rodi Yantari kepada RRI, Kamis, 16 Juli 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Rodi Yantari, mengatakan pemerintah Provinsi Kepri menargetkan penandatanganan kontrak kerja dapat rampung pada minggu pertama atau kedua Agustus 2026. Setelah penandatanganan tersebut, Dinas PUPP akan langsung melakukan persiapan untuk pelaksanaan groundbreaking (pencangkulan pertama).
“Kalau tidak ada hambatan di akhir Juli akan ada pemenangnya. Setelah ada pemenang diawal atau pertengah Agustus kita bisa tanda tangan kontrak,” ujarnya.
Agenda groundbreaking monumen tersebut direncanakan matang pada pertengahan Agustus 2026 mendatang. Langkah cepat ini diambil agar pengerjaan fisik di lapangan bisa langsung digesa oleh pihak kontraktor.
“Memang langsung kita kejar agar fisiknya segera dilaksanakan,” tuturnya.
Proyek strategis ini menggunakan skema tahun jamak (multi-years) yang memakan waktu pengerjaan selama 17 bulan. Masa kontrak dijadwalkan berjalan dari Agustus 2026 hingga tuntas pada Desember 2027.
“Pekerjaan ini lebih kurang selama 17 bulan, mulai Agustus 2026 hingga Desember 2027,” ucapnya.
Pembangunan fisik monumen di Bukit Kursi ini dibagi menjadi tiga sesi pengerjaan yang akan berjalan secara simultan (bersamaan). Sesi tersebut meliputi pembangunan struktur utama monumen, penataan lanskap, serta penyediaan fasilitas area perparkiran.
“Pekerjaan ini dibagi tiga sesi, meliputi pembangunan utama monument, penataan lanskap serta fasilitas parkir,” katanya.
Secara keseluruhan, proyek ini menelan pagu anggaran sebesar Rp101 miliar dengan alokasi awal tahun 2026 sebesar Rp30,8 miliar. Selain menjadi pusat budaya baru, fasilitas monumen ini nantinya akan dilengkapi dengan teleskop untuk pemantauan hilal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....